Memasuki paruh kedua bulan Maret ini, datang beruntun undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan beberapa orang kawan. Satu dari beberapa undangan yang saya terima tersebut, disalah satu bagiannya terdapat salinan Firman Allah dalam Surat Ar Rum, ayat : 21 :
"Dan di antara tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari kalangan kamu sendiri, supaya kamu dapat hidup tenang bersama mereka. Dan dijadikanNya cinta kasih sayang antara kamu. Sesungguhnya, yang demikian itu tanda bagi orang yang berfikir."
Apakah itu artinya ….? Saya berusaha untuk berfikir dengan mengartikannya dengan bahasa yang mudah saya mengerti, semata – mata hanya karena keawaman Saya. Itu berarti Allah telah menciptakan “ cinta “ untuk manusia. Agar manusia dapat mencintai Allah, mencintai Rasulullah, mencintai Agamanya, mencintai akidah, juga mencintai makhluk Allah.
Setiap individu yang berperasaan pasti akan pernah merasakan cinta atau mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan halus yang dimiliki oleh hati setiap insan, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari hari. Dalam Islam, cinta merupakan hal utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta.
Cinta adalah tanda kehidupan rohani dalam akidah seorang mukmin, sama halnya dalam kehidupan beragama, bersosial dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang.
Rasulullah S.A.W bersabda:
"Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling mencintai.
Hendakkah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai ……..? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim)
Dalam hadis di atas, Rasullulah s.a.w. menegaskan bahawa jalan menuju ke surga bergantung kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam akidah, dan asas dalam agama.
Cinta dalam Islam adalah kaedah dan sistem yang mempunyai batas. Cinta adalah alat yang membantu manusia untuk mendidik jiwa, membersihkan akhlak serta mencegah atau melindungi diri dari dosa. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai.
Sayangnya dalam konteks ini, ada cinta yang disertai hawa nafsu dan menyimpang dari kemurnian cinta itu sendiri. Yang sering kita temui adalah kesalahan mengartikan makna sebenarnya cinta, sehingga terdorong melampaui batas pergaulan dan tata susila seorang mukmin.
Maka dari itu, renungkanlah hakikat kehidupan kita di sini.
Sabda Rasullulah S.A.W.:
"Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah." (HR Hakim dari Abu Hurairah).
Profil | Buat lencana kamu sendiri
Cinta Adalah Syarat Dalam Iman, Rukun Dalam Akidah, dan Asas Dalam Agama
Diposkan oleh tomcat di 06:49
Rabu, 25 Maret 2009
Selasa, 24 Maret 2009
Walaupun telah berusia 65 tahun, sang kakek masih tampak gagah dan rajin menggarap ladang yang tidak terlalu luas . Daerah tempatnya berladang tidak dilalui pengairan tertier, sehingga hanya tanaman jagung lah yang bisa tumbuh subur disana. Meskipun demikian, dia sangat bersyukur sebab dari ladang itulah dia bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan kedua anaknya hingga sarjana. Sang Nenek pun demikian juga, 60 tahun kini usianya, dengan mata yang agak rabun dan berkurang pendengarannya. Sang Nenek masih rajin mengantar makan siang dan menemani kakek di ladang hingga sore menjelang . Begitulah kehidupan mereka sehari ?hari.
Gempa dahsyat yang melanda pada 2007 yang lalu, sempat meruntuhkan rumah tinggal mereka yang sebagian memang masih terbuat dari kayu. Alhamdullilah?Keduanya selamat tanpa luka yang berarti. Hanya dapur, bagian rumah yang masih utuh tersisa. Beruntung ada bantuan dari Pemerintah untuk merenovasi , ditambah dengan sedikit uang tabungan dan bantuan dari kedua anaknya. Mereka bisa membangun kembali rumah tersebut sekedar untuk layak ditinggali. Lantai yang semula tegel, kini telah diplester rata, kaca ?kaca yang pecah telah diganti yang baru, sebagian genteng yang tersisa masih bisa dipakai kembali, sisanya diganti baru. Bangunan rumah sederhana dengan 3 kamar itu kini telah berdiri kembali .
Mereka berdua ditengok oleh anak- anak , menantu dan cucu- cucunya. Sesaat setelah magrib, mereka semua berkumpul di teras depan rumah.
?Saya menyukainya dan kerasan tinggal disini ?kata sang kakek dengan antusias seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapat hadiah.
?Pak? Bapak dan Ibu lebih baik ikut Kami ke Kudus, atau ke Semarang. Sekedar untuk menghilangkan kesedihan dan kekhawatiran. Cucu ?cucu pasti akan senang bisa berkumpul dengan kakek- neneknya. 厰 . Begitu kata si menantu , berusaha membujuk mertuanya.
?Perkara itu tidak saling berhubungan, ini cuma cobaan kecil dari Allah??Sang Kakek menjawab.
?Kebahagiaan adalah sesuatu yang harus diputuskan sejak dari awal, apakah aku akan menyukai atau tidak. Rumah yang indah tidak tergantung dari perabotan atau bentuknya , tetapi bagaimana Aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Sama seperti ketika Aku memutuskan untuk mencintai Ibumu??Kata Sang Kakek kemudian.
Sang Nenek menimpali ucapan suaminya. ?Aku mempunyai sebuah pilihan, Aku bisa sajaku ditempat tidur dan menceritakan kesulitan ?kesulitan yang terjadi padaku karena ada sebagian dari tubuhku yang tidak dapat berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian lain dari tubuhku yang masih berfungsi. ?menghabiskan waktu?
Setiap hari adalah hadiah, dan selagi mata hatiku terbuka? aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dengan semua kenangan indah bahagia yang pernah kualami dan kusimpan dalam - dalam. Umur yang sudah tua adalah seperti tabungan di bank. Kita hanya akan mengambil dari bagian yang telah kita simpan . Jadi, nasihatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan Kita. ?Demikian lanjut Sang Kakek.
Alhamdullillah?.Pelajaran apa yang dapat Kita petik dari cerita diatas?
Ingat ?ingatlah akan kunci hidup bahagia :
Bersyukur pada Allah atas apa yang telah Kita dapatkan.
Berpikir secara Sederhana.
Hilangkan rasa khawatir.
dan
Hiduplah dengan Cinta.....
Profil | Buat lencana kamu sendiri
Read More......
Kamis, 01 Januari 2009
Ngelingake Wong kang podho KESASAR
Supoyo kerso ISTIGHFAR
Lan Ngadohi tumindak KASAR
Ngutamakake perilaku SABAR
Mugo- mugo rejekine GANGSAR
Nafsune ojo DIUMBAR
Tansah ngati - ati anggone DHAHAR
Supoyo bebucal biso LANCAR
Cukup semanten.......
Nek diterusake mundhak ora BAR - BAR.
Happy New Year 2009
Close 2008 with the big Smile....


Read More......
Sabtu, 15 November 2008
MENIKMATI REFLEKSI MOTIVASI Prie GS
Tiga formula hebat, akan menjadi dahsyat apabila disatukan dan dijalankan bersama. Begitulah, satu jam berlalu begitu cepat, rasa – rasanya seperti tersihir oleh semangat motivasi serta banyolan bergaya lugas dan kemlinthi namun down to earth oleh seorang Prie GS.
Bukankah begitu Ndhes ?
Salam GONDHEEEZZ
asrul martanto


Minggu, 26 Oktober 2008
Disela – sela acara silaturahmi keluarga ke Tegal bulan lalu. Saya sempat bertemu dengan Haji Burhan. Siapakah dia ? Dia adalah seorang peternak kambing terkenal di Slawi. Dia juga bekas nasabah saya. Satu hal yang tidak pernah berubah pada dirinya adalah: Sikap positif dan rasa antusias. Selalu tampak gembira, seolah olah dunia hanya miliknya, kredit yang pernah saya kucurkan padanya pun seolah – olah tidak menjadi beban baginya. Nah.. pada pertemuan itulah dia membuka rahasia kepada saya. Ternyata dia tidak pernah memasukkan konsep: Takut dan Gagal di dalam benaknya. Kecuali kepada Allah !
Ada satu pepatah yang dia katakan pada saya : “ Barangsiapa meyakini sesuatu, maka ia akan diserahkan kepada sesuatu tersebut “. Oleh karena itu dia tidak pernah sekalipun meyakini ( baca : mananamkan ) rasa : Takut & Gagal dalam hatinya. Lalu dari mana datangnya konsep takut dan gagal itu ?
Kemungkinan Konsep takut & gagal diperkenalkan oleh para orang tua kepada anak – anak. Sebagai contoh : “Jangan nangis terus, nanti digondol Wewe ! “ atau “ Jangan main di comberan, awas ada gendruwonya ! “ . Maka akhirnya konsep takut akan Wewe & Gendruwo jadi beneran merasuki konsep pikiran anak – anak dan bersemayam lama di dalam hatinya.
Kesimpulan yang bisa saya petik : Hati – hati dengan pikiran Kawan !, jangan sampai terkontaminasi dengan pikiran buruk. Namun seringkali Kawan tidak meyadari, tayangan sinetron di TV acapkali menjadi penyebab. Apalagi tontonan yang seharusnya menjadi menu “dewasa “ , ikut tertonton oleh anak – anak . Berabe dong .....Produser sinetron mungkin akan untung gede. Tinggi ratingnya, banyak iklan yang bertaburan. Duitpun semakin banyak diterima.
Kembali ke Haji Burhan, dalam perbincangan yang hanya sebentar itu, dia sempat katakan bahwa saat lebaran ini dia tidak libur jualan. Karena ini moment yang baik untuk meningkatkan omzet penjualan. Pembaca ingin tahu berapa ekor kambing yang bisa dia jual? Tidak kurang dari 25 ekor per hari, mulai dari tanggal 2 sampai 7 Syawal. Warung sate & gule kambing nya memang selalu ramai pada saat itu. Pantas saja setelah lebaran banyak penikmat kuliner yang mengeluhkan tensi darah tinggi atau masalah kesulitan BAB.
“Luar biasa dan gila...!” begitu kata – kata yang sempat saya lontarkan padanya. 150 ekor kambing dalam seminggu dia sediakan, dan semuanya habis terpotong, terpanggang, dan terkonsumsi. Kalau kata pujian “luar biasa” adalah jelas dalam arti sesungguhnya. Tapi kalau kata “gila “ ?. Tentu saja bukan dalam pengertian Sakit Jiwa yang sesungguhnya. Itu adalah bentuk pujian yang saya berikan kepada seseorang yang mampu berpikir, berkhayal, dan bermimpi secara kurang rasional ( menurut saya ) tetapi kenyataannya mampu membuktikan sebagian besar impiannya tersebut menjadi Luar biasa!. Percayalah gelar “ Gila “ untuk Haji Burhan yang sempat saya lontarkan tersebut, merupakan ungkapan kekaguman alias pujian baginya.
Menurut saya, untuk menjadi luar biasa, orang bisa melakukan hal apapun yang bisa dianggap ' tidak mungkin ' oleh orang biasa. Kalau pada saat libur lebaran, orang “ biasa “ menggunakan waktu untuk menghabiskan plafond kartu kreditnya di Mall & pusat perbelanjaan. Maka orang “ luar biasa “ , tidak akan pernah sekalipun melakukannya.
Bagaimana dengan kawan pembaca ? Sudah siapkah Kawan menjadi orang yang “ Luar Biasa “ walaupun diberi gelar “ Gila “ oleh orang – orang “ biasa “ ?
Ada satu petuah dari Jackson Browne, yang barangkali bisa menjadi bahan renungan :
“ Saya tidak pernah berharap kalah. Sekalipun saya dalam posisi underdog, Saya selalu mempersiapkan ' PIDATO KEMENANGAN' ! “.
salam gila
asrul martanto.

Ada 5 hukum Berbicara di depan umum yang perlu Kawan ketahui, yaitu :
- Respect ( Sikap Hormat ):Yaitu sikap menghormati dan menghargai hadirin . Kawan harus ingat bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika Kawan bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan orang tersebut. Pepatah mengatakan : Kritik akan menjadi ampuh, apabila diletakkan disela- sela beberapa pujian !
- Empathy :yaitu kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain, dengan terlebih dulu memahami :latar belakang, golongan, lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat, harapan dan sebagainya, dari audiens. Sehingga pesan yang Kawan sampaikan tidak mendapat halangan psikologis atau penolakan dari audiens
- Audible : dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik, bisa juga dengan mempergunakan alat bantu berupa: audio visual atau papan tulis agar pesan yang Kawan sampaikan dapat diterima dengan baik.
- Clarity : kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Kepentingannya adalah agar pesan yang Kawan sampaikan tidak menimbulkan multi interprestasi atau penafsiran yang berbeda – beda pada setiap audiens. Oleh karena itu dibutuhkan penguasaan intonasi & Gaya bahasa yang dapat diterima. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin mengakibatkan pesan Kawan tidak tersampaikan.
- Humble : Rendah hati ! , ( silahkan diterjemahkan sendiri definisinya menurut pengertian Kawan )
Ada dua macam persiapan yang perlu Kawan perhatiakan, yaitu :
persiapan mental : untuk mengendalikan rasa takut & emosi kita, Ini syarat MUTLAK !
persiapan materi .
Pastikan bahwa Kawan beristirahat cukup menjelang waktu berbicara di depan publik lalu majulah kedepan dengan sikap optimis dan sukses !
LATIHAN SUARA , KONTAK MATA , EKSPRESI WAJAH , & GERAKAN TUBUH:
Suara yang pelan & tidak jelas , tanpa kontak mata, tanpa ekspresi wajah yang baik mengakibatkan audiens akan mengacuhkan peyampaian pesan Kawan. Kawan perlu berlatih mendengar,memasang ekspresi wajah, & gerakan tubuh. Lalu Pigi mana caranya ? Silahkan Kawan coba lakukan beberapa langkah berikut ini :
1.Kawan pegi ke depan cermin
2.Pejamkan mata
3.Mulailah berbicara dengan memperkenalkan diri, status, alamat, lalu minat & harapan, atau tentang apa saja dengan bahasa yang mudah dimengerti secara umum.
4.Buka mata Kawan
5.Mulailah bicara lagi, ulangi tahap nomor :3
6.Pandanglah mata Kawan sendiri di cermin.........Beri sedikit senyuman......Nah seperti itulah Kawan memberi kontak mata pada audiens.
7.Perhatikan : kualitas ~ Kekuatan ~ kejelasan suara Kawan.
8.Perhatikan juga : Ekspresi wajah dan gerakan tubuh ( seperlunya , jangan berlebih ! )
9.Apabila dirasa ada intonasi yang kurang jelas & kurang berkualitas, tatapan mata yang kurang indah, atau senyum yang terlalu dipaksakan, Kawan ulangi lagi mulai dari langkah nomor:3.
Begitu seterusnya hingga Kawan betul – betul mendapatkan contoh kualitas & kejelasan intonasi suara , sorot mata, dan ekspresi wajah yang menurut Kawan : layak untuk dipamerkan !
Oh ya...hampir lupa, mulai dari saat berlatih, Kawan perlu menghindari penggunaan kata- kata yang tidak perlu, contohnya :....apa itu ….. apa namanya…..ehm…...you know…... dll.
Penampilan adalah kesan pertama. Ini berhubungan dengan pakaian yang Kawan kenakan beserta dandanannya. Jadi harus dipastikan bahwa pada saat maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens akan memperoleh kesan yang baik terhadap Kawan. Pastikan juga bahwa penampilan Kawan membawa pesan yang positif, dan Kawan kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para hadirin lainnya.
Ingaaa'.....Ingaa'.... Maju kedepan dengan tanpa tergesa !
Pelan saja, sertai dengan rasa Optimis & Sukses !
LATIHAN MEMPERSIAPKAN MENTAL:
Saya biasa mencoba mengurangi ketegangan dengan beberapa cara antara lain : sedikit merokok ( beberapa isapan, sebatang tidak habis ). Atau dengan melakukan sedikit pemanasan untuk melonggarkan otot , caranya :
1.Pegang ujung ibu jari sambil membungkuk ( bisa dengan duduk atau berdiri ) selama 10 detik.
2.Kemudian tarik nafas yang panjang dan dalam : Tahan selama 5 detik,
3.Keluarkan nafas pelan pelan.
4.Berdehem ( batuk kecil ) sekali- dua kali.
5.Minum air putih, beberapa teguk untuk mempersiapkan Vokal.
6.Persiapan Mental & Vokal selesai.. ..
Coba rasakan : hilang sudah rasa tegangnya !.......Mudah bukan ?
Ada baiknya Kawan datang lebih awal ke forum pertemuan, Kawan bisa pelajari suasana yang ada, mengobrollah sebentar dengan beberapa audiens.
Sampai disini dulu tahap latihan dan persiapannya.
Di postingan selanjutnya, akan saya tuliskan tentang cara mempersiapkan Materi atau pesan yang akan disampaikan.
Tidak dinyana, sudah hampir 2 jam saya duduk di depan komputer. Capeek dehhh.....
Mata saya sudah minta untuk dipejamkan.
Babay dulu lah....( bersambung )
Jum'at Kliwon ; pk:23.47... CLOSE WINDOWS !
Sumber bacaan :
Say It Like Shakespeare, by : Thomas Leech.
Public Speaking, by :Dale Carnegie
Topik komunikasi, mandiri edisi-38.
The Indonesia Learning Institute,by :Aribowo Prijosaksono & Roy Sembel
John Robert Powers Indonesia, Ilmu Presentasi, lupa pengarangnya ( sorry.... )
Ada baiknya pada awal berbicara didepan forum, Kawan mengawalinya dengan Outline pembicaraan, namun bisa juga pada akhir pembicaraan berupa ringkasan atau pokok – pokok yang akan atau telah Kawan sampaikan. Ini terkandung maksud agar audiens siap atau mengerti isi pesan .
PENCARIAN INFORMASI :
Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan Kawan sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kawan juga perlu memperoleh informasi tentang audiens, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga Kawan bisa empati (ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens
PENGEMBANGAN TOPIK / MATERI :
- Tentukan materi menarik untuk diangkat, bisa diperoleh dari membaca, pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain.
- Fokus pada TOPIK ( satu MATERI pembicaraan = satu TOPIK), hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus karena menimbulkan keragu-raguan dan bisa memolorkan waktu berbicara
- Menetapkan tujuan Kawan berbicara, untuk menyesuaikan dengan keinginan audiens,
- Menyusun PETA pemikiran dari TOPIK yang dipilih. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, Kawan mengawali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting, kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.
- Susun AGENDA atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan Kawan sampaikan.
- Sisipkan HUMOR atau cerita ilustrasi untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk.
- Jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama. Berbicaralah seakan akan Kawan sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin proyeksikan pembicaraan ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin.
SEKEDAR SARAN
- Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh andaikata Kawan tidak berhasil melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi dilakukan. Jadi tenang dan relaks saja.
- Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.
- Siapkan 2-3 poin pembicaraan , karena audiens akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
- Harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah. ( Point 3 pengembangan Materi )
- Kawan tidak perlu menganggap diri sebagai seorang pembicara publik. Tujuan utama adalah menyampaikan pesan kepada hadirin.
- Tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.
- Harus diingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan Kawan berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.
CONTOH KASUS PUBLIK SPEAKING FAVORIT SAYA :
Saya senang menonton acara debat calon presiden USA di Metro TV. Terutama saat konvensi Partai Demokrat. Yang menarik bagi saya bukannya pertarungan rencana kebijakan politik kedua pihak antara Hillary & Obama, hal itu tidak membuat saya tertarik. Saya menyaksikan acara ini karena ingin menyaksikan ketrampilan public speaking kelas dunia.
Dalam acara tersebut tampil berbagai tokoh dengan keterampilan pidato yang memukau. Dua bintang menyeruak, menampilkan parade publick speaking yang sangat mengesankan. Yang pertama, tentu saja Barack Obama sendiri. Dan yang kedua adalah Hillary Clinton. Perlu Kawan ketahuimereka berdua telah memberikan sebuah pelajaran yang sungguh sangat berharga mengenai apa itu makna world-class public speaking.
Setidaknya ada 3 hal yang patut Kawan catat :
- Yang pertama ( paling utama ) adalah : intellectual capacity . Sejarah mencatat bahwa pada eranya, Soekarno, Winston Churchil, & Fidel Castro, mereka semua adalah orang orang yang memiliki otak Brillian. Mereka orang – orang yang sangat cerdas. Kemampuan berbicara di depan publik begitu luar biasa. Mereka orator ulung. Jika saja tanpa disertai dengan pengetahuan yang luas, mereka hanya akan tampak seperti penjual obat di pinggir jalan. Dan sayangnya, saat ini banyak politisi di tanah air yang layak masuk kategori ini. Hal ini yang menyebabkan saya tidak suka menonton debat Partai Politik di TV One.
- Narasi yang pas, disertai dengan intonasi suara yang dinamis. Mereka tahu kapan mesti harus lembut, kapan harus lebih lantang, setiap kalimat selalu diartikulasikan dengan jernih dan dengan ritme yang mengalir, membuat mereka mampu meninggalkan jejak yang memukau dalam bentangan hati para pendengarnya
- Penguasaan panggung yang sempurna . Tidak ada grogi, Hillary dan Obama sama sekali tidak menggunakan teks ketika berpidato. Mereka benar-benar menguasai panggung dengan penuh kesempurnaan. Sepanjang pidato, Hillary selalu melemparkan tatapan mata kepada 20 ribu penonton dihadapannya. Ia seperti menyulap podium menjadi pangung teater dan menyajikan penampilan seni bicara yang benar-benar memukau. Semenjak era Soekarno, kita tidak penah lagi melihat pejabat kita yang bisa seperti ini.
Demikianlah .
Diantara kawan – kawan mungkin tidak ada yang berkeinginan untuk menjadi presiden seperti mereka berdua. Namun siapa tahu kelak Kawan terpilih menjadi “pejabat” atau pemimpin, entah sekedar ketua panitia di kantor dan kemudian Kawan diminta untuk memberikan kata sambutan depan para hadirin . Nah, kalau Kawan ingin melakukannya dengan baik, maka ingatlah selalu tiga poin diatas. Sebab dengan itulah, Kawan mungkin akan bisa menampilkan sebuah sambutan yang menggugah dan inspirasional.
Sekian & Salam
asrul martanto
Sumber bacaan :
Say It Like Shakespeare, by : Thomas Leech.
Public Speaking, by :Dale Carnegie
Topik komunikasi, Mandiri edisi-38.
The Indonesia Learning Institute,by :Aribowo Prijosaksono & Roy Sembel
John Robert Powers Indonesia, Ilmu Presentasi, lupa pengarangnya ( sorry.... )
Kamis, 23 Oktober 2008
Saya berusaha mencari beberapa fakta tentang kucing dari berbagai sumber di internet setelah saya mengalami kejadian melindas seekor kucing beberapa waktu lalu. Yang ingin saya cari sebenarnya adalah asal muasal kepercayaan unik yaitu munculnya kepercayaan apes setelah menabrak atau melindas seekor kucing. Dan mengapa hanya kucing ? Kenapa tidak ular , ayam, tikus, atau kadal ? Entahlah. Jawabannya tidak berhasil saya temukan.
Namun ada beberapa fakta unik tentang mitos kucing, khususnya kucing hitam yaitu :
1.Kucing hitam seringkali dianggap sebagai hewan kedua yang dekat dengan dunia sihir selain burung Gagak.
2.Pada jaman Babilonia Kuno, kucing hitam biasanya dibakar hidup hidup, untuk sesaji kepada Dewa Matahari.
3.Di Jerman , ada kepercayaan bahwa jika ada kucing yang melompat diatas pembaringan orang yang sedang sakit, maka itu pertanda bahwa orang tersebut sudah dekat dengan ajalnya.
4.Penelitian yang dilakukan oleh : Annals of Allergy Asthma and Immunology di Amerika Serikat , membuktikan bahwa bagi penderita Allergi, kucing hitam lebih memicu penderita untuk bersin, batuk, dan sakit Asma. Sehingga Dr. Shahzad Husain dari College Hospital, New York menyarankan penderita allergy untuk menghindari kucing. Terutama kucing yang berwarna hitam karena 4 X lebih berbahaya dibandingkan kucing yang berwarna bulu terang.
Salam
asrul martanto
Takut juga saya waktu itu. Betapa tidak ? Terlalu sering saya mendengar, bahwa kalau melindas seekor kucing, apalagi sampai mati maka itu adalah pertanda kita akan mendapatkan celaka atau apes. Bisa berupa kecelakaan, sakit, naas , dan hal hal buruk lainnya., Maka ( katanya ) apabila sudah terlanjur kita menabrak , melukai, dan bahkan menyebabkan seekor kucing terbunuh, sebaiknya kita merawat bangkainya, membungkus dan menguburkan layaknya manusia. Ritual itu perlu dilakukan agar ( katanya lagi ) : supaya kita bisa terhindar dari musibah yang akan menimpa kita.
Tapi barangkali karena kaget dan deg – degan yang saya rasakan teramat sangat, apalagi seketika itu sepeda motor saya turut sedikit oleng namun masih beruntung dapat saya kendalikan sehingga saya tidak terjatuh. Entah apa yang saya pikirkan waktu itu. Singkatnya begitu melindas, saya masih mengikuti laju jalannya sepeda motor saya ( istilah halusnya untuk tabrak lari ! ) hingga sampai di perempatan Loram Kulon .
Saya merasa ada baiknya untuk berhenti sebentar, sekedar menenangkan diri dan memikirkan apa yang baru terjadi dan telah saya lakukan. Kira – kira 10 menitan, setelah sedikit lebih tenang, saya memutuskan untuk kembali ke lokasi kejadian dimana saya melindas kucing tadi, Sayapun berhenti , toleh kanan – kiri mencari bangkai kucing hitam itu. Tapi tidak saya temukan ! Saya tidak berani menanyakannya ke beberapa orang yang kebetulan lewat, takutnya barangkali ternyata kucing peliharaan. Hal itu sedikit melegakan saya karena jelas- jelas saya merasa telah melindasnya. Barangkali saja kucing itu masih hidup, tapi andaikata matipun kemungkinan sudah ada orang yang menyingkirkan & bersedia menguburkannya.
Jadi berhati – hatilah apabila mengendarai kendaraan. Jangan sampai kita menabrak kucing apalagi sampai meng koit kannya.
KACIAAAN khan Meong nya.............
salam
asrul martanto
Minggu, 24 Agustus 2008
![]()
Bahan:
1 bungkus terigu merk Hati Putih
1 botol larutan kasih sayang
1 genggam kesetiaan
1 pasang senyum
5 lembar daun salam
Bumbu:
1 sdm humor segar
2 sdt komunikasi lancar
1 sdt ketulusan
1 gelas kebahagiaan
saus doa secukupnya
Cara memasak :
- Tuangkan terigu merk Hati Putih dalam mangkuk.
- Masukkan sedikit demi sedikit sebotol larutan kasih sayang , aduk hingga merata lalu tunggu hingga adonan mengembang.
- Taburi dengan 1 genggam kesetiaan.
- Tambahkan pula 1 pasang senyum sebagai penyedap rasa.
- Buat bumbu halus dengan mengaduk rata 1 sdt ketulusan dan 2 sdt komunikasi lancar kedalam 1 gelas kebahagiaan.
- Cicipi sedikit bumbu halus yang sudah tercampur, apabila terasa kurang pas bisa ditambahkan 1 sdm humor segar.
- Campur adonan dan bumbu halus kedalam loyang, ambil 5 lembar daun salam dan letakkan diatasnya.
- Panggang dengan api sedang, biarkan panasnya merata dan tunggu dalam 30 menit lalu angkat.
- Tuangkan saus doa secukupnya
- Sajikan, kue siap dinikmati.
Tips Memasak :
- Untuk mendapatkan cita rasa yang lebih menonjol, pilih terigu merk Hati Putih yang benar – benar bersih.
- Semua bahan dan bumbu, hendaknya dibeli di supermarket ”SETIA KAWAN ” atau Toserba ” PENGERTIAN ”. Semata-mata hanya untuk menjamin kesempurnaan kualitas bahan yang dibutuhkan.
- Hindari penggunaan zat pewarna bermerk ” TINGGI HATI ” karena bisa merusak aroma dan kelezatan.
- Saus doa telah terjamin penggunaannya, merupakan bahan pengawet alamiah yang mendapat penggargaan ISO dari Yang Maha Kuasa.
Cara penyajian :
- Kue Persahabatan dapat dinikmati oleh siapa saja secara bersama sama tanpa mengenal batasan usia, suku, dan agama.
- Dapat disajikan kapan saja, namun paling enak dinikmati dalam keadaan hangat.
- Apabila terasa dingin, bisa ditaburi kembali dengan humor segar seperlunya.
- Jika terdapat kesulitan dalam penyajian, pembaca yang budiman dapat menghubungi Komunitas ” SALING BERBAGI”, yang telah terpatri dalam ”HATI NURANI” masing masing.
- Selamat mencoba.
salam
asrul martanto
ilustrasi:http://www.dapurbunda.com
Cinta Amor : adalah cinta antara pria dan wanita dewasa dalam arti sesungguhnya
Cinta Fillial : cinta kepada keluarga,Ibu, Bapak dan saudara saudari kita
Cinta Agape : adalah cinta kepada Tuhan, Sang Maha Pencinta & pemilik Segala Maha.
Lalu Cinta Tanah air bangsa negara masuk kategori yang mana ?
Mari kita diskripsikan sendiri cinta kita kepada tanah air kita. Kita geser sedikit atau kita setting ulang wujud rasa cinta kita pada negeri ini, ditengah keterpurukan yang melanda.
Negeri yang indah, tidak hanya dilihat dari rendahnya angka korupsi.
Malu kita mengetahui bahwa Indonesia sebagai 6 besar didunia dan 2 besar di asia tenggara. Namun disisi lain, kita tidak usah malu mengetahui pemberitaan di media, wujud dari kemauan & kemampuan untuk berubah adalah dengan berhasil menangkap dan mengadili para koruptornya.
Bangsa yang besar, tidak hanya dilihat dari besarnya jumlah tentara dan hebatnya peralatan tempur . Tapi lihatlah juga dari keterampilan tentaranya memelihara peralatan yang sudah tua. Siap menjaga keutuhan Bangsa walau dengan peralatan sisa perang dunia kedua dan tidak ada yang baru . Perhatikan saja yang dilakukan para tamtama sebelum ikut parade, ban panser pun disemirnya !
”Dana yang ada bisa digunakan untuk membangun sekolah baru” begitu kata mereka.
Jangan hanya melihat bahwa sebagian besar orang kaya menyekolahkan anak mereka di Luar negeri. Dan banyak sekolah beramai – ramai menerapkan kurikulum berbasis internasional. Kita juga seharusnya melihat fakta bahwa telah berulang kali adik-adik kita menjuarai Olimpiade Fisika dan Matematika. Mereka semua adalah produk dalam negeri.
Akankah produk luar negeri menjadi lebih unggul dari produk lokal ?
Tidak ! Produk lokal akan terasa lebih membanggakan, akan lebih mumpuni, dan akan lebih bermutu !
Negeri yang Indah, bukan berarti tidak ada bencana yang melanda.
Indonesia ditakdirkan sebagai negara yang luas dan memanjang dari Sabang sampai Merauke, panjangnya hampir menyamai jarak benua eropa dari timur ke barat.
Sudah wajar apabila sering ada bencana. Itu hanya faktor alam.
Namun lihat juga dibanyak tempat, pada akhirnya banyak remaja berseragam sekolah mau mencari sumbangan untuk palang merah. Posko Bencana mereka dirikan dimana-mana, uang, mie instant, dan pakaian bekas juga mereka kumpulkan.
Wujud kepedulian sosial dan kesetia kawanan yang membanggakan. Setidak tidaknya merupakan jawaban bahwa mereka tidak hanya bisa tawuran, mabok-mabokan, atau santai-santaian.
salam
asrul martanto.
ilustrasi:http://img255.imageshack.us/img255/752/posterindihb0.gif
Sabtu, 16 Agustus 2008
Mari kita membayangkan, bahwa kita telah melakukan suatu kesalahan dengan berbohong kepada orang tua kita misalnya. Lalu kita mulai menyadari kekeliruan , meminta maaf serta berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Kira – kira bagaimana tanggapan orang tua kita ?
Hampir pasti dimarahi, karena itu adalah proses pembelajaran yang diberikan orang tua pada kita. Tapi tidakkah kita dimaafkan ? Pasti dimaafkan !
Begitu pula dengan Allah,
Karena Dia adalah Maha. Maka limpahan ampunan pastilah akan kita terima , apabila permohonan maaf kita disertai dengan taubat kepada Nya.
Jadi alangkah indahnya, Mohon ampun kepada Allah, Tangan Kuasa Nya akan memeluk kita sebagai hamba dengan bercahaya.
Oleh karena itu, jangan segan segan untuk bertaubat, sebab Allah merindukan taubat kita, sekedar beristighfar menyesali kesalahan kita pun, Allah akan bersedia membukakan pintu ampunan Nya.
Seberapa milyar manusia telah diciptakan Allah di dunia ?
Seberapa pula yang taat kepada Nya ?
Sebagian diantaranya bahkan ditakdirkan sebagai pendosa.
Seberapa besar ampunan yang dapat diberikan Allah kepada manusia ?
Melebihi seberapapun besarnya dosa yang manusia lakukan, walaupun dosa kita memenuhi langit dan bumi.
Karena Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Maha ampunNya , masih lebih besar dari dosa yang manusia lakukan.
Betapa Maha Pemurah Allah, dan Agung Cinta Kasih Nya.
Salam
asrul martanto
ilustrasi:http://www.images.google.co.id./imgres?imgurl
Apa yang biasa kami intip ? Kami berdua biasa mengintip aura siapa saja yang lewat atau berada di sekitar kami, bisa tetangga, orang lewat, anak – anak kami , atau bahkan ayam dan kucing. Aneh Ya ?
Kebetulan Jaenuri memiliki latar belakang pencak silat Budi Suci, olah kanuragan yang banyak menyertakan olah batin. Walaupun antara saya dengan dia berbeda aliran namun dalam banyak hal , arah muaranya adalah sama.
Suatu siang di hari minggu, kami pernah praktekkan pada seekor ayam. Kebetulan tetangga kami ada yang melihara beberapa ekor ayam. Kalau siang ayam dibiarkan berkeliaran mencari makan dengan mengais makanan sisa di halaman. Sesekali saja pemiliknya memberi makan bekatul atau sisa makanan. Menjelang sore mereka akan pulang kandang dengan sendirinya. Salah satu yang kami perhatikan adalah seekor ayam betina yang kelihatan gemuk dan sehat.
Saat itu aura si ayam terlihat berwarna hijau kebiruan. Biasanya warna aura seperti itu pada manusia menggambarkan energi positif, bentuk kepasrahan, kebahagiaan, dan kedekatan hati pada illahi. Namun ternyata dua hari kemudian, kami mendapati ayam milik tetangga kami tersebut mati , terlindas sepeda motor !
Saat itu kami menganggap bahwa hasil intipan ternyata Meleset !
Namun beberapa hari kemudian , kami menemukan satu jawaban bahwa ternyata petaka kematianpun, tidak selalu dihadapi dengan ketakutan atau energi negatif. Kematian bisa dikemas dalam kondisi kepasrahan, kebahagiaan, dan rasa syukur pada Illahi. Warna auranya menunjukkan itu.
Hal lain yang bisa kami petik dari seekor ayam sebelum ajal menjemputnya adalah :menjalani kehidupan dengan rumusan 3 kepenak ( merasakan enak ) yaitu :
Mangan kepenak : bisa menikmati makanan, apapun, seberapapun, & kapanpun.
Turu kepenak : bisa merasakan tidur dengan nyenyak
Ngising kepenak : buang air dengan lancar.
Itu semua dirasakan dan terjadi pada hewan bernama ayam, hewan lain mungkin juga demikian. Kebetulan hanya ayam yang kami jadikan bahan intipan.
Bisakah itu diterapkan pada manusia dalam menjalani hidupnya ?.
Saya persilahkan pembaca untuk mengkajinya sendiri.
Seekor ayam hanyalah hewan yang biasanya menjadi lauk makan kita. Dalam kasus ini, mungkin saja si ayam itu mati dalam rasa syukur, setidak-tidaknya bangkainya dikubur, dan tidak berakhir di meja makan.
Hasil intipan kami berdua pada sesama manusia, jelas tidak akan pernah saya tulis kepada pembaca atau sampaikan kepada siapapun. Biarlah menjadi rahasia kami.
Salam
asrul martanto
NB : Beberapa minggu setelah saling berkirim SMS permintaan maaf , dan sekedar mengucapkan selamat idulfitri 1428 H. Saya kehilangan seorang teman yang banyak mengajarkan filosofi tenteram dan damai. Saya selalu menganggapnya sebagai orang baik yang bersedia berbagi pandangan, pengalaman, atau hal apapun kepada saya.
Berita meninggalnya Jaenuri begitu mengagetkan saya.
Dia meninggal karena sebab sepele,
masuk angin sehabis senam pada minggu pagi.
Begitu mudahnya dia menghadap Yang Maha Kuasa.
Begitu teganya dia ,
sehingga merepotkan kawan dan tetangga pun dia tidak mau.
Bahkan hingga akhir hayatnya.
ilustrasi :http://www.fiandigital.files.wordpress.com/2007/03/ayam_keok_keok
Kamis, 14 Agustus 2008
Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat menjadi sumber inspirasi yang dapat memancarkan energi positif ke sekeliling kita, sehingga melahirkan kreativitas dan produktivitas . Karena dirinya selalu mencari sifat-sifat mulia yang bersumber dari hati yang merupakan percikan sifat-sifat mulia Allah.
Kalau hal ini dijadikan sebagai sebuah landasan berpikir pada akhirnya dapat mengantarkan manusia meraih keagungan insani. Yakni memiliki hati yang senantiasa "taqarrub" menuju kepada sifat-sifat mulia Allah. Karena manusia memiliki watak dasar selalu mencari sifat-sifat mulia Allah yang sudah "built in" di dalam dirinya untuk memenuhi kebahagiaannya.
Jadi apapun kondisinya, dimanapun tempatnya, dan kapanpun waktunya, sertakanlah hati nurani sebagai landasan berpikir, dan bertindak.
“ Dan apabila gumpalan mega yang tebal itu menghantam rangkaian gunung yang padu, Maka pecahlah ia berkeping – keeping, dan tinggallah kepermaian rona penghias lereng “
( Tebaran Mega, Sutan Taqdir Alisjahbana, April 1935 )
Salam
asrul martanto
ilustrasi :http://www.images.google.co.id/krakatau_oa01yv3.jpg
Minggu, 10 Agustus 2008
Rama suamiku, kukatakan kepadamu...
Setelah sekian lama aku berada dalam genggaman Rahwana
Ternyata, aku telah jatuh cinta kepadanya
Dia selalu melantunkan kidung cinta dengan merdu.
Lalu dirajutnya selembar sutera,
Dan menulis nada cinta dengan tetesan darah, air mata, serta keringatnya
Aku semakin jatuh cinta kepada Rahwana.
Dasamuka yang semula begitu kubenci, telah menjadi sosok yang kugandrungi
Dia merubah wajahnya menjadi 10 wajah yang mempesona
Bagaimana mungkin aku menolak, apabila setiap hari rasa- rasanya seperti dikelilingi oleh : 10 muka tercakep di Indonesia
1 bertrand antoniolin
2 steve immanuel
3 jonathan frizi
4 fachri albar
5 Primus Yustisio
6 mario lawalata
7 nicholas syahputra
8 Ari Wibowo,
9 Indra L Brugman.....dan
10. Teuku Ryan
Jadi mana tahaaaan.....?
Aku mulai menghayati kehangatan dan hasrat cinta Rahwana
Aku menikmatinya.....
Dan dengan sukarela, aku akan segera mewujudkan mimpi terindah Rahwana
Tak perlu Engkau repot-repot mengutus Anoman untuk menjemputku.
Dasar Monyet..!
Itu sama saja dengan menabur racun pada wanginya anggur kenikmatan.
Tak tahukah kamu Ramayana ?
Anoman telah membuat huru- hara dimana - mana.
Dia membakar semua penjuru kota.
Bumi ini semakin panas
Global warming telah menjadi isu dunia.
Karena Matahari pun telah membuka cabang dimana – mana...
Kini kukembalikan padamu, cincin pernikahan kita.
Kuubah namaku menjadi Shanti
Karena Cinta Shanti tak seputih Shinta
asrul martanto
ilustrasi:http://www.komid.net
Sabtu, 09 Agustus 2008
Kejadian pertama terjadi saat belum genap sepuluh tahun usia saya, waktu itu saya memiliki sebuah sepeda mini, saya dapatkan sebagai hadiah ulang tahun saya yang kedelapan. Sering saya pergunakan bermain jauh hingga ke Tegalsari ( sekitar Jl Sriwijaya ~ Semarang ). Suatu sore bersama dua orang teman, kami bersepeda bersama. Entah bagaimana awalnya, saya terserempet sepeda motor hingga terpelanting jatuh. Pengendara sepeda motornya ternyata tidak berhenti, sekedar menoleh pun tidak. Lengan kiri saya terasa sakit sekali , agak bengkak di pangkal lengan, ” Tidak apa – apa hanya terkilir, tak ada yang patah, sedikit diurut akan pulih nanti ” begitu kata seorang tukang becak yang menolong dan menenangkan saya.
Rencana bermain bersama yang sedianya kami lakukan jadi berantakan. Saya diantar pulang dengan diboncengkan teman, dan sepeda turut dibawa pulang ke rumah dengan dinaikkan becak. Kondisi sepeda rusak berat, rodanya bengkok & tidak bisa berputar . Sesampainya di rumah, rasa takut yang amat sangat menerpa saya, bayangan kemarahan Bapak hampir jelas terbayang. Namun apa yang terjadi, ternyata bapak tidak marah, penjelasan Tukang becak yang menceritakan ikhwal kejadian, sangat membantu saya. Tidak ada raut muka kemarahan yang terpancar dari wajah Bapak. Malamnya bapak mendampingi saya dipijat sambil banyak memberi nasehat. Walaupun terasa bosan saya mendengarkannya, karena memang demikianlah yang biasa dilakukannya terutama saat mendapati ada tindakan anak –anak yang tidak selaras dengan kata hatinya, maklum bapak adalah seorang guru.
Kejadian kedua adalah ditahun – tahun pertama saya mulai bekerja. Waktu itu saya bertugas di BRI Unit Balapulang Kantor Cabang Tegal. Sebagai seorang teller, saya sempat merasakan pengalaman paling tak enak. Kas Teller akhir hari, ternyata kurang dengan sisa perhitungan sisa kas di komputer. Jumlahnya terlalu banyak bagi saya pada saat itu, kurang seratus ribu rupiah !, Begitu besar bagi saya karena gaji saya saat itu hanya Rp. 160.000,- ditambah uang remunerasi Rp. 45.000,-. Mencocokan tapak validasi dengan nominal transaksi telah saya kerjakan, dan tidak ada yang salah. Menelepon ke beberapa nasabah yang melakukan mutasi transaksi mencurigakan telah pula saya lakukan , bahkan dibantu oleh mantri dan Kaunit. Mau bagaimana lagi, terpaksa saya tombok.
Pengalaman tersebut saya ceritakan kepada bapak, ketika saya pulang ke Semarang. Dan tanggapan bapak masih seperti biasanya. Dengan lancar dan seolah tanpa beban, beliau katatakan kepada saya :
” Masih beruntung hanya seartus ribu, kalau lebih kan kamu tidak makan, tidak bisa bayar kos, dan tidak bisa pulang ”
Nasehat yang seirama seperti dulu, kalau dulu beliau katakan:
” Masih untung hanya lengan kirimu yang terkilir, kalau lengan kananmu yang kena pasti susah buat nulis. Masih untung hanya lengan, kalau kakimu yang kena, pasti harus prei sekolah lama, masih untung ada yang menolong, Dan masih untung hanya rodanya sepeda yang rusak, masih bisa diperbaiki...... ”
Satu hal yang membuat berbeda dari pengalaman terdahulu. Kali ini saya perhatikan benar - benar nasehatnya. Saya renungi dalam-dalam perkatannya. Meskipun ada sedikit ketidak-terimaan di hati namun saya mencoba untuk menjadi pendengar yang baik. Tidak hanya itu, sayapun mencoba membuka mata hati lebar – lebar agar bisa menerima nasehatnya.
Barulah saya ketahui kemudian, ternyata bapak telah menerapkan prinsip kawruh begja diseparuh bagian akhir sisa hidupnya. Dalam bahasa Indonesia Sikap Begja bisa diartikan sebagai keberuntungan atau perasaan merasa beruntung. Satu hal yang juga dikatakannya adalah :
” Kamu bisa mengikuti apa yang bisa dilakukan orang lain, tapi kamu tidak mungkin mengikuti keberuntungannya” .
Sesaat setelah itu, saya baru merasakan. Oh, ternyata ini .....babak pencerahan yang berusaha diberikannya, nafas baru untuk bekal saya kelak dikemudian hari. Melengkapi nasehatnya , bapak juga menyampaikan prinsip ” 6 sa ” dalam menjalani hidup, yaitu: Sabutuhe, Saperlune, Sacukupe, Samesthine, Sapenake, Sabenere.
Kali ini saya terima petuah dari Bapak , tanpa ada keterpaksaan seperti dulu, barangkali karena dipengaruhi oleh kebutuhan akan pencerahan pada saat-saat sulit seperti yang saya alami.
Pelajaran berharga telah saya terima dari Bapak, Kawruh jiwa bagi manusia untuk melepaskan segala atribut keangkuhan, bagi kita yang bersedia menjadi manusia sederhana dan rendah hati, yang mendambakan kondisi masyarakat yang damai dan sejahtera. Puncak dari kawruh jiwa adalah mengetahui gagasannya sendiri dengan menimbulkan rasa senang dan selalu bahagia, bahagia yang bebas, dan tidak tergantung pada tempat, waktu, dan keadaan. Sungguh sesuatu yang sulit untuk dipelajari dan dijalankan. Begitulah orang Jawa.
Tidak akan pernah ditemukan rasa bahagia apabila kita mencarinya. Rasa bahagia hanya bisa ditimbulkan melalui suatu proses produksi dalam diri & jiwa kita sendiri. Jadi sekali lagi, kita harus membuatnya, karena tak akan ketemu apabila kita cari, memicu rasa bahagia adalah dengan sugesti senantiasa merasa beruntung. Hanya dengan begitu kita bisa terhindar dari rasa cemas, kecewa, dan ketakutan yang tak beralasan . Rupa – rupanya bapak pernah menerima pelajaran ilmu jiwa dari Ki Ageng Suryomentaram tentang Kawruh jiwa sawetah. Kemungkinan diperoleh dari pergaulannya di Taman Siswa dulu.
Demikianlah secuil pengalaman batin saya bersama bapak. Walaupun saat ini bapak sudah tiada, namun kenangan akan petuah nya tak pernah saya lupakan.
Bapak menjadi sosok luar biasa bagi saya.
Bapak bersedia membantu mengangkat beban berat dari bahu saya, dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
Adakalanya bapak membantu membuat impian saya menjadi kenyataan, bahkan diapun bisa meyakinkan saya untuk melakukan hal – hal yang mustahil, seperti bagaimana caranya bisa mengapung diatas air setelah ia melepaskannya.
Pelajaran lain yang pernah bapak sampaikan :
" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"
Untuk masa depan anak lelakinya bapak berpesan:
"jadilah lebih kuat dan tegar dari padaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku berikan padamu"
Bapak tidak pernah mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....
Dan yang terpenting adalah... Bapak tidak pernah menghalangi saya untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar saya dapat menggapai cinta Nya, karena diapun mencintai saya karena cinta Nya.
Bapak begitu luar biasa bagi saya.
Apabila ada diantara Anda yang beruntung, masih memiliki BAPAK di dunia ini.
Ajaklah beliau keluar makan malam, atau sekedar jalan jalan...... MALAM INI JUGA....
Dan JANGAN DITUNDA.....!
Bila bapak anda berada di tempat yang jauh dengan Anda.
Maka teleponlah dia ....MALAM INI JUGA..... Just Say ” Hello..... ”
Catat, dan ingat- ingatlah saat ulang tahunnya.
Lalu rayakanlah.
Bawakan makanan kegemarannya.
Berbagilah cerita indah bersamanya.
Bahagiakanlah dia semampu Anda.
Sebab seorang Bapak adalah pribadi yang luar biasa bagi Saya
Dan pasti bagi Anda juga .....
Semarang, menjelang tahun ketujuh kepergian Bapak .
anak yang begitu merindukan bapaknya......
asrul martanto
CATATAN :
Siapakah Ki Ageng Suryomentaram yang saya sebutkan diatas itu ?. Beliau adalah seorang pangeran, putra ke 55 dari Sri Sultan Hamengkubuwono VII, dilahirkan di Yogyakarta 20 Mei 1892 dan wafat 18 Maret 1962. Nama aslinya adalah: BRM Kudiarmadji, yang memiliki kegemaran membaca & belajar tentang sejarah, filsafat, ilmu jiwa, dan agama. Pendidikan Agama Islam dan mengaji diperoleh dari KH Achmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Nama Panggilan Ki Ageng Suryomentaram, diberikan oleh Ki Hadjar Dewantara, dalam saresehan malam selasa kliwon saat pembentukan Taman Siswa. Apabila Ki Hadjar Dewantara bertugas sebagai pendidik semangat kebangsaan generasi muda, maka Ki Ageng Suryomentaram diberi tugas mendidik orang – orang tua.
Karya dan wejangan-wejangan Ki Ageng Suryomentaram ini juga telah digunakan sebagai bahan skripsi/tesis/disertasi, antara lain oleh: Dr. J. Darminta S.J. (disertasi di Universitas Gregoriana, Roma, 1980); Drs. Darmanto Jatman (tesis Fakultas Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta, 1985); Drs. Josephus Sudiantara (skripsi Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta, 1983); Drs. A. Widyahadi Seputra (skripsi Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, 1986); Drs. Nur Satwika (skripsi Fakultas Sastra UNS, Surakarta, 1989).
Marcell Bonneff, peneliti dari Paris University , telah mempelajari wejangan Ki Ageng ini secara lengkap dan kemudian menulis buku tentang hal ini dalam bahasa Perancis, berjudul "Ki Ageng Suryomentaram, Prince Et Philosophe Javanais".
ilustrasi:http://www.bp1.blogger.com
Selasa, 05 Agustus 2008
Saaat itu perhatian saya tertuju pada sebuah buku best seller, bukan terbitan baru, karena sudah cetakan kesembilan, Desember 2007. ( Cetakan pertama : Mei, 2007 ). Pada bulan sebelumnya, saya tidak melihatnya di rak & etalase toko tersebut. Entah selalu habis terjual atau toko bukunya yang telat menjual ” Quantum Ikhlas” karya Erbe Sentanu. Saya tidak sedang mencoba untuk meresensi isi buku tersebut. Tapi saya mencoba menerapkan langsung isi buku itu dengan mengajak pembaca sekalian untuk beroperasi di zone ikhlas, yaitu Bersyukur, Bersabar, Fokus , Tenang, dan Bahagia, atau dengan kata – lain menjadi orang yang memeliki energy giver. Demikian menurut Katahati institute.
Saya pun bersyukur telah membeli buku itu, tidak ada kata terlambat, karena saya yakin , saking menariknya isi buku, saya perkirakan setahun lagi masih akan saya jumpai buku tersebut di toko sama, dengan tulisan dibelakang halaman judul yang berbunyi : cetakan kesepuluh, kesebelas, keduabelas,... dst.
Apakah definisi kesabaran itu ?
Kesabaran adalah kemampuan untuk menunggu.
Ini yang paling sering kita temui . Umumnya kesabaran dikaitkan dengan dimensi waktu, ungkapan sabar menunggu adalah salah satu contohnya. Beberapa pengalaman pernah juga kita alami , telah dibahas & dicontohkan oleh Mas Fajar S Pramono dengan tulisan berjudul : ” Sabar ” dalam blognya. Tulisan saya kali inipun saya buat dengan judul yang sama, terinspirasi dari tulisan tersebut.
Ingat cerita Nabi Ibrahim, as. Nabi Ibrahim merupakan tauladan yang baik bagi kita dalam hal kesabaran. Berapa lama beliau menunggu hingga dikaruniai Putra pertama ? Bagaimana tindakan beliau ketika menerima perintah untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya ? Begitu pentingnya arti kata sabar, sehingga apabila digabungkan dengan rasa syukur & iklas maka akan menjadi jalan pintas menuju kebahagiaan batin dan bisa menghadirkan banyak ’keajaiban’ yang menyenangkan dalam hati seseorang. Dari Nabi Ibrahim as. Kita mendapatkan definisi tentang kesabaran yang berarti : Kesabaran adalah kesediaan untuk rela berkorban, dan akan terasa indah apabila diiringi perasaan ikhlas dan jiwa yang bersyukur.
Suatu ketika, saya penah kesiangan bangun untuk berangkat ke kantor. Maklum, mbujang , anak & isteri menginap di rumah Mbah Semarang karena liburan sekolah. Dengan terburu – buru, begitu selesai mandi & berpakaian, saya langsung tancap gas. Beruntung , belum terlambat. Usai berdoa bersama, Bos memanggil semua jajaran petugas pemasar untuk rapat di ruang kerjanya. Disinilah saya baru ingat bahwa pintu rumah belum terkunci. Celakanya saya tidak dapat meninggalkan ruangan rapat begitu saja. Saya menjadi gelisah, dan tidak lagi bisa fokus mengikuti isi rapat. Saya tak sabar lagi menunggu rapat segera selesai, 15 menit ketidaksabaran yang begitu mengacak-acak konsentrasi saya. Badan saya di kantor, tapi pikiran saya dirumah. Dari sini, satu lagi definisi Kesabaran yang bisa kita simpulkan :
Kemampuan untuk menyatukan badan & pikiran kita ( body & mind ) menjadi berada di satu tempat. Karena begitu badan & pikiran kita berada di tempat berbeda, maka kita akan menjadi tidak sabar & gelisah. Gelisah dan tidak sabar merupakan ciri orang – orang yang berada pada zone nafsu ( energy sucker ).
Seorang petani akan mengelola sawah ladangnya, dengan perlakuan dan takaran yang tepat. Mulai dari memilih bibit tanaman, mengolah tanah agar menjadi gembur, menanam hingga tiba saatnya memanen. Dunia ini diciptakan berproses. Pemahaman tentang proses, diterjemahkan secara pas oleh petani. Kesabaran berarti menikmati proses tersebut. Petani telah bersabar menjalani prosesnya dari hari ke hari sesuai hukum alam tentang pertumbuhan. Apabila prosesnya dijalankan dengan disertai nafsu, contohnya dengan pemupukan yang melebihi batas, pengairan yang terlalu banyak, atau bahkan pemanenan yang terlalu dini. Maka hasilnya adalah swasembada makanan sapi. Jadi proses adalah sesuai hukum alam. Menjalani segala sesuatu secara instant, ingin cepat kaya, ingin cepat pandai, berarti tidak sabar dan melawan hukum alam. Dengan demikian maka :
Kesabaran adalah kesediaan untuk menjalani proses satu demi satu . Satu definisi lagi yang kita peroleh !
Lalu bagaimana dengan kenyataan sehari – hari, manakala kita mendapati salah seorang teman kita sedang tertimpa musibah kehilangan barang berharga, sepeda motor misalnya. Seolah – olah kata Sabar hanya dikaitkan dengan sebuah derita. Tak ayal, kita akan katakan kepadanya : ” Bersabarlah, ini mungkin cobaan ”. Ucapan yang mungkin masih dapat diterima teman yang tertimpa musibah. Namun hendaknya sikap kesabarannya jangan tereduksi dengan rasa sedih yang berlebihan. Kesabaran yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kesabaran yang semu, dia bukan sabar tetapi hanya tidak kecewa saja!
Kita jadikan bahan intermezo, sebuah kisah fabel yang memuat percakapan dan keluh kesah seekor sapi perah kepada seekor domba dalam suatu peternakan tentang kesabaran .
Sapi perah : Majikan kita memang pilih kasih. Lihat perlakuannya pada kita berdua....
Domba : Pilih kasih bagaimana ? Bukankah kita sama - sama diberi makan cukup dan rumah yang layak ?
Sapi perah : Apakah kamu tidak merasa, setelah bulumu gondrong, dia selalu saja dengan sabar merapikan dan mencukur bulumu.
Domba : Ah itu kan sudah kewajibannya. Memelihara kita dengan setulus hati......
Sapi perah : Tapi coba perhatikan perlakuannya padaku.
Sudah sejak lama bahkan setiap pagi,
Selalu diurut – urutnya dadaku & payudaraku,
putingku diremas - remas,
bahkan air susuku pun diminumnya.
Tapi hingga kini, aku tak kunjung dinikahinya....
Aku selalu sabar menanti.....
Kita tidak ingin meniru kesabaran sapi perah ,bukan ?
Oleh karena itu : Jangan kaitkan kesabaran dengan penderitaan dan jangan ekspresikan kesabaran dengan mengurut dada, karena mengurut dada telah mereduksi sekian banyak makna suci tentang kesabaran ( apalagi mengurut payudara ??!! )
Sabaaar .... tunggu postingan saya selanjutnya !
asrul martanto.
ilustrasi:http://www.images.google.co.id/magnusblomster/we_live_in_a_beautiful_world/
Jumat, 01 Agustus 2008
Dalam mitologi Yunani, Pygmalion dikenal sebagi seorang pematung jempolan. Dia seorang pemuda yang lugu, berbudi luhur, jujur, berpikir sederhana, dan memandang segala sesuatunya dari sisi positif. Ketika dia melihat beberapa orang anak nakal mencuri buah apel di kebun kecil miliknya. Ia malah memanggil mereka dan memberinya sekantung buah apel yang sempat disimpannya, lalu bergumam dalam hati : ” Kasihan mereka, orang tuanya tak mampu memberikan mereka makanan yang layak ”.
Sampai pada suatu ketika, Pygmalion memahat sebuah batang kayu dan menjadikannya sebuah patung wanita seukuran manusia sebenarnya. Berhari hari diselesaikannya patung tersebut. Karena kepiawaiannya, patung tersebut sangat mirip seperti wanita sungguhan. Dibuat sesuai dengan keinginannya, berbadan semampai, serta berparas elok. Bahkan manusia biasapun tak ada yang menyamai kecantikan paras, serta kemolekan tubuh patung buatannya.
Pygmalion menempatkan patung tersebut disudut kamar. Tidak cukup sekedar dipandangi, sesekali Pygmalion bahkan mengajaknya bicara, dipegangi tangannya hingga seolah- olah patung itu adalah isterinya.
Semua kawan dan kerabat Pygmalion, mencibir dan menganggapnya gila. Bagaimana mungkin si Pygmalion yang lugu mengganggap patung itu sebagai isterinya ?. Secantik – cantiknya patung pahatan, ia tetaplah kayu dan barang mati karena hanya merupakan benda seni dan tetap saja tak bisa dinikahi !
Namun Ditengah cercaan kawan dan tetangga, Pigmalion tak pernah berhenti berdoa kepada para Dewa, siang malam dia melantunkan doa agar kelak dianugerahi isteri secantik dan semolek patungnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betulan. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh Yunani.
Kita mulai dalam hal seni. Bangsa kita adalah bangsa yang adiluhung, dalam berkesenian kita telah terbukti unggul, Reyog Ponorogo yang asli ponorogo pun di bajak oleh negara Maling sial tetangga sebelah kita, lalu diubah namanya menjadi seni Barongan. Barangkali ada anak bangsa yang tidak menyukai seni negeri sendiri serta lebih menyukai tarian salsa dan Breakdance. Tapi tetap tidak bisa dikatakan sebagai sebuah kegagalan. Itu cuma membutuhkan apresiasi, memperbanyak pertunjukan, mengadakan lokakarya seminar budaya, dengan sejumlah sesi tanya jawab. Yang namanya seni, pastinya akan tetap terasa indah , bermutu, dan dibutuhkan. Pernahkah kita membayangkan apabila demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR diawali dengan atraksi Reyog ponorogo untuk membangkitkan semangat. Dan diakhiri dengan pertunjukan tari Piring. Terlepas dari dipakai atau tidaknya piring-piring tersebut untuk melempari para wakil rakyat dan aparat keamanan, itu tetap seni, tetap menarik, terasa beda, dan lebih bermutu.
Telah kita rasakan bersama, bahwa kata Korupsi telah menjadi semacam hantu yang bisa merasuki warga negeri ini, siapa saja. Bukan hanya wakil rakyat dan aparat negara, bahkan penarik karcis pasar atau satpam pelabuhan pun bisa melakukannya. Itu hanya faktor mental. Untuk mengedukasi masyarakat, sekolah-sekolah bisa memasukkan kurikulum anti korupsi menjadi mata pelajaran wajib sedari dini. Korupsi terjadi salah satunya karena pendapatan masyarakat banyak jatuh ke beberapa golongan tertentu. Itu juga wajar saja. Karena rejeki tidak sama dengan sinar matahari, lebih mirip hujan , jatuhnya sering kali tidak merata. Televisi, radio, koran pasti bisa memberi santapan rohani dan penerangan untuk berwirausaha sehingga menambah penghasilan serta mengatasi pengangguran atau kemiskinan. Sampaikan informasinya secara jelas dan indah , bisa diselingi dengan kuis atau undian berhadiah. Pasti menarik dan tampak kreatif. Karena bangsa kita punya bakat kreatif sejak dulu, ban bekas pun bisa dijadikan sandal !.
Bicara urusan tekhnologi, kitapun harusnya berbangga. Eh.. siapa sangka, seorang cicit Hamengku Buwono VII telah menemukan Bahan Bakar Nusantara. Seorang jebolan filsafat UGM yang hanya sempat setahun kuliah, namun diakui oleh rektornya bahwa ke DO annya bukan karena malas atau bodoh, tapi karena terlalu pintar!. Dia memiliki ide cemerlang untuk memangkas proses penciptaan minyak bumi dari plankton selama jutaan tahun, menjadi hanya beberapa jam. Hasilnya telah terbukti dan dipraktekkan. Dengan kualitas setara pertamax , biaya produksi perliternya Rp. 500,- saja, bisa jadi akan mengurangi polusi. Saya membayangkan, mungkin beberapa tahun lagi tanker – tanker Pertamina akan berlayar sekaligus memproduksi Bahan Bakar Nusantara di lautan. Lautan kita luas, dan tidak usah kulakan plankton karena pertumbuhannya seperti deret ukur. Sepeda motor, mobil, pabrik, pembangkit listrik, semua akan menggunakannya. Multiplier efeknya sangat banyak. Daya beli meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan tercipta. Benar – benar pemikiran kreatif dan ide cemerlang seorang anak bangsa !
Jangan sebut ini impian, tapi katakan ini harapan.
Bangsaku akan menjadi negeri yang indah.
Setiap orang saling mengucapkan salam ketika berpapasan.
Lalu melanjutkan perjalanan tanpa keraguan .
Tidak ada saling dendam, tak ada dusta , tidak ada kemarahan maupun kecemasan.
Diantara mereka akan saling mendoakan sesamanya.
Tuhan....
Limpahkanlah kami energi untuk membangun negeri ini.
Mari kita lakukan bersama....
Selamat beragustusan
asrul martanto
ilustrasi :http://www.deplujunior.org
Rabu, 30 Juli 2008
” Banyak Anak Banyak Rejeki ” .Suatu cara penafsiran unen- unen yang menurut saya adalah keliru . secara apa adanya, bisa diartikan bahwa setiap anak yang dimiliki, pasti akan memiliki jatah mencari, dan mengumpulkan rejekinya sendiri- sendiri sesuai dengan kemauan dan kesanggupannya masing masing. Suatu cara pandang yang menganggap bahwa anak adalah juga tenaga kerja yang mampu menghasilkan rejeki. Tapi itu dulu. Bisa diterapkan disaat masih luas lahan untuk digarap, pangan, sandang, & papan masih dapat terbeli dengan harga terjangkau. Namun saya berpendapat bahwa tidak ada budaya yang perlu dianggap keliru, budaya merupakan hasil budi daya pikiran tetua kita jaman dulu. Dengan kata lain ’ Banyak anak- banyak rejeki’, tidak layak untuk diterjemahkan secara apa adanya pada saat ini. Butuh penerapan sesuai dengan perubahan jaman & perilaku manusianya. Mungkin bisa saja bila sekedar memberi makan, namun arti kata menafkahi, bukan hanya sekedar berarti menghidupi, didalamnya terkandung juga kewajiban untuk menyekolahkan, mengobati tatkala si anak sakit, dan kewajiban lainnya hingga menghantarkan anak menuju gerbang kemandiriannya. Satu ilustrasi cerita akan saya sampaikan di bagian akhir tulisan ini .
Bagaimana kalau, penafsirannya dibalik sehingga menjadi :” Banyak rejeki – banyak anak ”, artinya kalau kita punya banyak rejeki, maka punya banyak anak pun tak mengapa. Dan berarti pula memiliki banyak anak bukan suatu keharusan, tapi diperbolehkan apabila rejeki kita berlebih , walaupun ada slogan ” dua anak cukup ”. Hal tersebut terjadi pada beberapa teman kita, dan memang tak mengapa karena memungkinkan untuk itu. Atau bisa juga memiliki prinsip dan alasan kuat dalam ber KB, Keluarga Besar. Itu juga tak mengapa, karena sekali lagi didukung oleh alasan & kondisi yang sangat memungkinkan.
Lalu bagaimana peran serta pemerintah dalam hal ini ? Tak kurang kurangnya diluncurkan beberapa program diantaranya : Keluarga berencana dan Posyandu. Namun pencerahan iklan di televisi, rasa- rasanya telah agak berbelok, walaupun diakui juga memiliki bobot kepedulian di aspek yang lain. Iklan alat kontrsepsi kondom misalnya, diakhir narasi dijelaskan pula kegunaanya dalam pencegahan penularan Virus HIV ~AIDS. Belum lagi apabila pesan yang kita tangkap adalah sebagai alat pencegahan kehamilan di masa pra nikah ! . Walau bisa dianggap perlu, namun tujuan semula kegunaan alat kontrasepsi telah sedikit tergerus.
Sore hari yang cerah, di halaman TK Periwi Mlati Kidul, berkumpul beberapa orang ibu yang sedang menemani anak – anak mereka bermain. Sambil mengawasi si anak, dua orang ibu tampak saling berbincang. Satu diantaranya bernama Bu Farji, isteri Pak Subur penjaga TK yang merangkap sebagai petugas kebersihan. Satu lagi bernama Bu Amin, seorang warga baru & tetangga sekitar TK. Begini kira – kira percakapan mereka :
” Jeng Farji, berapa usia kandunganmu sekarang ? ” Bu Amin membuka pertanyaan.
” Kira – kira 4 bulan, sudah mulai terasa tendangannya.... ” Jawab Bu Farji.
” Jadi, sekarang berapa jumlah putranya ? lanjut Bu Amin.
Tidak langsung menjawab, Bu Farji terdiam sejenak, dan sedikit tersipu, barangkali malu.
” Ini yang kelima. ” jawabnya sambil mengelus perutnya yang mulai membesar.
” Waah... Subur Sekali... ” ucap Bu Amin kaget.
”Penginnya sih, semoga ini yang terakhir, tapi ini salah bapaknya anak – anak... Kalau malam enggak sempat pakai celana, maunya Mak Nyuus ! melulu.... ”
Mereka berdua saling tertawa.
Lalu terdiam sejenak....
Bu Amin kemudian mendekati telinga Bu Farji dan mulai berbisik ..
” Saya ada ide...Kalau si jabang bayi lahir lali laki, beri saja nama : ’ ENDy’ ”
Sedikit mengangguk, Bu Farji, lanjut bertanya ” Kalau perempuan..... ? ”
Bu Amin menjawab : ” Kasih saja nama....’TITIK’ ”
Salam
asrul martanto
ilustrasi:http://www.historel.net













