SABAR


Semester lalu; saya dan Tomy, anak sulung saya mampir ke TB Hasan Putra. Tidak banyak toko buku di kota Kudus, hanya ada empat yang menyediakan beberapa ragam buku, paling banyak tersedia adealah buku – buku agama. Kebetulan pemiliknya pernah menjadi nasabah di kantor kami. Beli buku baru, setidaknya saya lakukan sebulan sekali, hasil penyisihan dari uang lelaki , uang pencairan beli bensin menjelang akhir bulan. Sebagian saja, asal cukup untuk beli sebuah buku baru. Apabila ingin mencari buku – buku best seller, atau terbitan terbaru harus mau pergi ke Semarang, tapi jarang saya lakukan. Saat ini yang paling sering saya lakukan adalah mendownload Ebook gratis di softarchive. Itupun semenjak ada akses internet wifi di kantor kami.

Saaat itu perhatian saya tertuju pada sebuah buku best seller, bukan terbitan baru, karena sudah cetakan kesembilan, Desember 2007. ( Cetakan pertama : Mei, 2007 ). Pada bulan sebelumnya, saya tidak melihatnya di rak & etalase toko tersebut. Entah selalu habis terjual atau toko bukunya yang telat menjual ” Quantum Ikhlas” karya Erbe Sentanu. Saya tidak sedang mencoba untuk meresensi isi buku tersebut. Tapi saya mencoba menerapkan langsung isi buku itu dengan mengajak pembaca sekalian untuk beroperasi di zone ikhlas, yaitu Bersyukur, Bersabar, Fokus , Tenang, dan Bahagia, atau dengan kata – lain menjadi orang yang memeliki energy giver. Demikian menurut Katahati institute.
Saya pun bersyukur telah membeli buku itu, tidak ada kata terlambat, karena saya yakin , saking menariknya isi buku, saya perkirakan setahun lagi masih akan saya jumpai buku tersebut di toko sama, dengan tulisan dibelakang halaman judul yang berbunyi : cetakan kesepuluh, kesebelas, keduabelas,... dst.

Apakah definisi kesabaran itu ?
Kesabaran adalah kemampuan untuk menunggu.
Ini yang paling sering kita temui . Umumnya kesabaran dikaitkan dengan dimensi waktu, ungkapan sabar menunggu adalah salah satu contohnya. Beberapa pengalaman pernah juga kita alami , telah dibahas & dicontohkan oleh Mas Fajar S Pramono dengan tulisan berjudul : ” Sabar ” dalam blognya. Tulisan saya kali inipun saya buat dengan judul yang sama, terinspirasi dari tulisan tersebut.

Ingat cerita Nabi Ibrahim, as. Nabi Ibrahim merupakan tauladan yang baik bagi kita dalam hal kesabaran. Berapa lama beliau menunggu hingga dikaruniai Putra pertama ? Bagaimana tindakan beliau ketika menerima perintah untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya ? Begitu pentingnya arti kata sabar, sehingga apabila digabungkan dengan rasa syukur & iklas maka akan menjadi jalan pintas menuju kebahagiaan batin dan bisa menghadirkan banyak ’keajaiban’ yang menyenangkan dalam hati seseorang. Dari Nabi Ibrahim as. Kita mendapatkan definisi tentang kesabaran yang berarti : Kesabaran adalah kesediaan untuk rela berkorban, dan akan terasa indah apabila diiringi perasaan ikhlas dan jiwa yang bersyukur.
Suatu ketika, saya penah kesiangan bangun untuk berangkat ke kantor. Maklum, mbujang , anak & isteri menginap di rumah Mbah Semarang karena liburan sekolah. Dengan terburu – buru, begitu selesai mandi & berpakaian, saya langsung tancap gas. Beruntung , belum terlambat. Usai berdoa bersama, Bos memanggil semua jajaran petugas pemasar untuk rapat di ruang kerjanya. Disinilah saya baru ingat bahwa pintu rumah belum terkunci. Celakanya saya tidak dapat meninggalkan ruangan rapat begitu saja. Saya menjadi gelisah, dan tidak lagi bisa fokus mengikuti isi rapat. Saya tak sabar lagi menunggu rapat segera selesai, 15 menit ketidaksabaran yang begitu mengacak-acak konsentrasi saya. Badan saya di kantor, tapi pikiran saya dirumah. Dari sini, satu lagi definisi Kesabaran yang bisa kita simpulkan :
Kemampuan untuk menyatukan badan & pikiran kita ( body & mind ) menjadi berada di satu tempat. Karena begitu badan & pikiran kita berada di tempat berbeda, maka kita akan menjadi tidak sabar & gelisah. Gelisah dan tidak sabar merupakan ciri orang – orang yang berada pada zone nafsu ( energy sucker ).

Seorang petani akan mengelola sawah ladangnya, dengan perlakuan dan takaran yang tepat. Mulai dari memilih bibit tanaman, mengolah tanah agar menjadi gembur, menanam hingga tiba saatnya memanen. Dunia ini diciptakan berproses. Pemahaman tentang proses, diterjemahkan secara pas oleh petani. Kesabaran berarti menikmati proses tersebut. Petani telah bersabar menjalani prosesnya dari hari ke hari sesuai hukum alam tentang pertumbuhan. Apabila prosesnya dijalankan dengan disertai nafsu, contohnya dengan pemupukan yang melebihi batas, pengairan yang terlalu banyak, atau bahkan pemanenan yang terlalu dini. Maka hasilnya adalah swasembada makanan sapi. Jadi proses adalah sesuai hukum alam. Menjalani segala sesuatu secara instant, ingin cepat kaya, ingin cepat pandai, berarti tidak sabar dan melawan hukum alam. Dengan demikian maka :
Kesabaran adalah kesediaan untuk menjalani proses satu demi satu . Satu definisi lagi yang kita peroleh !

Lalu bagaimana dengan kenyataan sehari – hari, manakala kita mendapati salah seorang teman kita sedang tertimpa musibah kehilangan barang berharga, sepeda motor misalnya. Seolah – olah kata Sabar hanya dikaitkan dengan sebuah derita. Tak ayal, kita akan katakan kepadanya : ” Bersabarlah, ini mungkin cobaan ”. Ucapan yang mungkin masih dapat diterima teman yang tertimpa musibah. Namun hendaknya sikap kesabarannya jangan tereduksi dengan rasa sedih yang berlebihan. Kesabaran yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kesabaran yang semu, dia bukan sabar tetapi hanya tidak kecewa saja!
Kita jadikan bahan intermezo, sebuah kisah fabel yang memuat percakapan dan keluh kesah seekor sapi perah kepada seekor domba dalam suatu peternakan tentang kesabaran .

Sapi perah : Majikan kita memang pilih kasih. Lihat perlakuannya pada kita berdua....
Domba : Pilih kasih bagaimana ? Bukankah kita sama - sama diberi makan cukup dan rumah yang layak ?
Sapi perah : Apakah kamu tidak merasa, setelah bulumu gondrong, dia selalu saja dengan sabar merapikan dan mencukur bulumu.
Domba : Ah itu kan sudah kewajibannya. Memelihara kita dengan setulus hati......
Sapi perah : Tapi coba perhatikan perlakuannya padaku.
Sudah sejak lama bahkan setiap pagi,
Selalu diurut – urutnya dadaku & payudaraku,
putingku diremas - remas,
bahkan air susuku pun diminumnya.
Tapi hingga kini, aku tak kunjung dinikahinya....
Aku selalu sabar menanti.....

Kita tidak ingin meniru kesabaran sapi perah ,bukan ?
Oleh karena itu : Jangan kaitkan kesabaran dengan penderitaan dan jangan ekspresikan kesabaran dengan mengurut dada, karena mengurut dada telah mereduksi sekian banyak makna suci tentang kesabaran ( apalagi mengurut payudara ??!! )

Sabaaar .... tunggu postingan saya selanjutnya !


asrul martanto.

ilustrasi:http://www.images.google.co.id/magnusblomster/we_live_in_a_beautiful_world/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUBLIC SPEAKING : MATERI & PESAN ( PART. 2 )

Modernisasi Desa

MITOS KUCING HITAM