PUBLIC SPEAKING : MATERI & PESAN ( PART. 2 )

Postingan ini adalah untuk jawaban lanjutan dari pertanyaan seorang kawan di kantor saya beberapa waktu yll. Agar tidak membosankan dan terlalu panjang, tulisan saya bagi menjadi 2 bagian. Semoga berguna bagi kawan pembaca yang lain.

MEMPERSIAPKAN MATERI & CONTOH

Ada baiknya pada awal berbicara didepan forum, Kawan mengawalinya dengan Outline pembicaraan, namun bisa juga pada akhir pembicaraan berupa ringkasan atau pokok – pokok yang akan atau telah Kawan sampaikan. Ini terkandung maksud agar audiens siap atau mengerti isi pesan .

PENCARIAN INFORMASI :
Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan Kawan sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kawan juga perlu memperoleh informasi tentang audiens, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga Kawan bisa empati
(ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens

PENGEMBANGAN TOPIK / MATERI :
  1. Tentukan materi menarik untuk diangkat, bisa diperoleh dari membaca, pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain.
  2. Fokus pada TOPIK ( satu MATERI pembicaraan = satu TOPIK), hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus karena menimbulkan keragu-raguan dan bisa memolorkan waktu berbicara
  3. Menetapkan tujuan Kawan berbicara, untuk menyesuaikan dengan keinginan audiens,
  4. Menyusun PETA pemikiran dari TOPIK yang dipilih. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, Kawan mengawali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting, kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.
  5. Susun AGENDA atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan Kawan sampaikan.
  6. Sisipkan HUMOR atau cerita ilustrasi untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk.
  7. Jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama. Berbicaralah seakan akan Kawan sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin proyeksikan pembicaraan ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin.

SEKEDAR SARAN
  1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh andaikata Kawan tidak berhasil melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi dilakukan. Jadi tenang dan relaks saja.
  2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.
  3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan , karena audiens akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
  4. Harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah. ( Point 3 pengembangan Materi )
  5. Kawan tidak perlu menganggap diri sebagai seorang pembicara publik. Tujuan utama adalah menyampaikan pesan kepada hadirin.
  6. Tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.
  7. Harus diingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan Kawan berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.

CONTOH KASUS PUBLIK SPEAKING FAVORIT SAYA :

Saya senang menonton acara debat calon presiden USA di Metro TV. Terutama saat konvensi Partai Demokrat. Yang menarik bagi saya bukannya pertarungan rencana kebijakan politik kedua pihak antara Hillary & Obama, hal itu tidak membuat saya tertarik. Saya menyaksikan acara ini karena ingin menyaksikan ketrampilan public speaking kelas dunia.

Dalam acara tersebut tampil berbagai tokoh dengan keterampilan pidato yang memukau. Dua bintang menyeruak, menampilkan parade publick speaking yang sangat mengesankan. Yang pertama, tentu saja Barack Obama sendiri. Dan yang kedua adalah Hillary Clinton. Perlu Kawan ketahuimereka berdua telah memberikan sebuah pelajaran yang sungguh sangat berharga mengenai apa itu makna world-class public speaking.

Setidaknya ada 3 hal yang patut Kawan catat :

  1. Yang pertama ( paling utama ) adalah : intellectual capacity . Sejarah mencatat bahwa pada eranya, Soekarno, Winston Churchil, & Fidel Castro, mereka semua adalah orang orang yang memiliki otak Brillian. Mereka orang – orang yang sangat cerdas. Kemampuan berbicara di depan publik begitu luar biasa. Mereka orator ulung. Jika saja tanpa disertai dengan pengetahuan yang luas, mereka hanya akan tampak seperti penjual obat di pinggir jalan. Dan sayangnya, saat ini banyak politisi di tanah air yang layak masuk kategori ini. Hal ini yang menyebabkan saya tidak suka menonton debat Partai Politik di TV One.
  2. Narasi yang pas, disertai dengan intonasi suara yang dinamis. Mereka tahu kapan mesti harus lembut, kapan harus lebih lantang, setiap kalimat selalu diartikulasikan dengan jernih dan dengan ritme yang mengalir, membuat mereka mampu meninggalkan jejak yang memukau dalam bentangan hati para pendengarnya
  3. Penguasaan panggung yang sempurna . Tidak ada grogi, Hillary dan Obama sama sekali tidak menggunakan teks ketika berpidato. Mereka benar-benar menguasai panggung dengan penuh kesempurnaan. Sepanjang pidato, Hillary selalu melemparkan tatapan mata kepada 20 ribu penonton dihadapannya. Ia seperti menyulap podium menjadi pangung teater dan menyajikan penampilan seni bicara yang benar-benar memukau. Semenjak era Soekarno, kita tidak penah lagi melihat pejabat kita yang bisa seperti ini.

Demikianlah .
Diantara kawan – kawan mungkin tidak ada yang berkeinginan untuk menjadi presiden seperti mereka berdua. Namun siapa tahu kelak Kawan terpilih menjadi “pejabat” atau pemimpin, entah sekedar ketua panitia di kantor dan kemudian Kawan diminta untuk memberikan kata sambutan depan para hadirin . Nah, kalau Kawan ingin melakukannya dengan baik, maka ingatlah selalu tiga poin diatas. Sebab dengan itulah, Kawan mungkin akan bisa menampilkan sebuah sambutan yang menggugah dan inspirasional.

Sekian & Salam

asrul martanto


Sumber bacaan :
Say It Like Shakespeare, by : Thomas Leech.
Public Speaking, by :Dale Carnegie
Topik komunikasi, Mandiri edisi-38.
The Indonesia Learning Institute,by :Aribowo Prijosaksono & Roy Sembel
John Robert Powers Indonesia, Ilmu Presentasi, lupa pengarangnya ( sorry.... )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modernisasi Desa

MITOS KUCING HITAM