Sang Penggoda Indonesia


MENIKMATI REFLEKSI MOTIVASI Prie GS

"Di antara sarana kaca-kaca kehidupan, saya menemukan coretan Prie GS adalah salah satu kaca refleksi yang indah untuk didengar, kadang melegakan untuk disimak, tetapi juga mampu menggelegakkan pikiran yang terlena atau bahkan mengusik benak....“
Kalimat diatas adalah komentar Andrie Wongso, saat terbit buku The Great spirit, tulisan Prie GS.

Kali ini saya berkesempatan membuktikannya sendiri saat expo Perbankan – UMKN, yang berlangsung di Kudus , 15 dan 16 Nopember 2008. Prie GS adalah wartawan senior dan budayawan yang mengisi acara tersebut sebagai moderator dalam dialog antara Perbankan & UMKM pada hari pertama dan sesi motivasi bisnis pada hari kedua.

Banyak pelajaran yang dapat kita petik. Utamanya bagi peserta kalangan UMKM, ulasannya mengingatkan kembali akan pentingnya faktor mental dalam me maintenance berbagai bidang usaha , tanpa menomorduakan aspek finansial.

Prie Gs juga mengajak kita untuk melihat fenomena yang sering diabaikan. Prie GS yang menyebut dirinya mungil seperti gantungan kunci , mengingatkan akan pentingnya menumbuh kembangkan konsep percaya diri sebagai orang Indonesia. Dia memberi contoh tentang Percaya Dirinya Warga Sedulur Sikep, Warga Badui, dan Warga Samin. Kaum yang sering terpinggirkan itu, tidak akan tergopoh – gopoh meminta tanda tangan dan mengajak berfoto bersama apabila bertemu dengan Luna Maya atau Cinta Laura. Hal ini tentu akan berbeda dengan sebagian besar dari kita. Percaya diri adalah sebuah nilai yang harus diperjuangkan! Walau disisi lain, Extended familly system yang berakar di masyarakat ditengarai sebagai salah satu penyebab kerancuan berpikir logis.

Menurut petunjuk Prie GS, Ada 3 modal utama yang perlu kita perjuangkan, ketiganya adalah : Modal Kecerdasan berfikir, Modal Emosional, dan Modal Spiritual. Berbagai contoh pelaku cerdas berpikir diutarakan, mulai dari Vallentino Rossi yang berpenghasilan Rp. 4 Milyar per lap , Michael Chang, hingga JK Rowling yang setiap kata dalam buku tulisannya dihargai Rp. 5 juta. Ada benarnya dicontohkan demikian, karena kebetulan penulis favorit Prie GS , NH Dini, menjalani usia senja di panti Wreda. Contoh penghargaan atas kecerdasan berpikir terhadap anak bangsa yang begitu mengharukan. WS Rendra dan Tukul Arwana ganti dicontohkan sebagai pemilik modal kecerdasan emosional, dan Gus Dur sebagai contoh pelaku cerdas secara spiritual.

Tiga formula hebat, akan menjadi dahsyat apabila disatukan dan dijalankan bersama. Begitulah, satu jam berlalu begitu cepat, rasa – rasanya seperti tersihir oleh semangat motivasi serta banyolan bergaya lugas dan kemlinthi namun down to earth oleh seorang Prie GS.

Bukankah begitu Ndhes ?

Salam GONDHEEEZZ

asrul martanto





KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Add to Technorati Favorites


Komentar

FAJAR S PRAMONO mengatakan…
Wah, beruntung Panjenengan bisa ketemu Den Prie GS.

Saya yang sedih. Saya yang mustinya bisa menghadiri undangannya untuk launching buku "Ipung 2" (tentang buku ini, aku cerewet banget nagih ke beliau, hehe) di Indonesia Book Fair tgl 16 Nov ini, terpaksa absen lantaran agenda jalan2 keluarga AO dan FO Jkt Kramat + Veteran ke Sukabumi sdh terjadwal jauh-jauh hari sebelum SMS Den Prie ke saya.

PAsti banyak pelajaran dari beliau ya, Mas. Sharing lagi dong...

Oya, sdh denger, kalau buku berikutnya Den Prie "Sukses dengan Tiga Kecerdasan" itu rencananya launching Des 08 ini?

Salam.
tomcat mengatakan…
Ya Mas,
kemarin Mas Prie GS ngasih kabar kalau sedang menyiapkan buku baru : " Sufi Badung ". Dan mungkin kalau ada waktu datanglah nanti di Islamic Book Fair, Saya baru cari infonya.

Tentang buku" " Sukses dengan Tiga Kecerdasan ", rasa - rasanya itulah refleksi yang beliau sampaikan di Kudus kemarin. Lebih rinci akan Saya postingkan lagi mendatang.

Terima Kasih sudah mampir.

Postingan populer dari blog ini

PUBLIC SPEAKING : MATERI & PESAN ( PART. 2 )

Modernisasi Desa

MITOS KUCING HITAM