Terima kasih atas kesediaan kawan membuka & membaca blog ini. Blog ini merupakan kumpulan tulisan berisi : renungan, cerita unik , kisah teladan dan kisah sukses yang kesemuanya mengatas namakan : cinta. damai, dan persahabatan.
Jika kawan tidak berkeberatan : please entry your coments (saya sangat bersyukur ), agar bisa saling berbagi dan menambah wawasan .

BERANI GILA = LUAR BIASA

Diposkan oleh tomcat di 10:39

Minggu, 26 Oktober 2008

PELAJARAN DARI HAJI BURHAN

Disela – sela acara silaturahmi keluarga ke Tegal bulan lalu. Saya sempat bertemu dengan Haji Burhan. Siapakah dia ? Dia adalah seorang peternak kambing terkenal di Slawi. Dia juga bekas nasabah saya. Satu hal yang tidak pernah berubah pada dirinya adalah: Sikap positif dan rasa antusias. Selalu tampak gembira, seolah olah dunia hanya miliknya, kredit yang pernah saya kucurkan padanya pun seolah – olah tidak menjadi beban baginya. Nah.. pada pertemuan itulah dia membuka rahasia kepada saya. Ternyata dia tidak pernah memasukkan konsep: Takut dan Gagal di dalam benaknya. Kecuali kepada Allah !

Ada satu pepatah yang dia katakan pada saya : “ Barangsiapa meyakini sesuatu, maka ia akan diserahkan kepada sesuatu tersebut “. Oleh karena itu dia tidak pernah sekalipun meyakini ( baca : mananamkan ) rasa : Takut & Gagal dalam hatinya. Lalu dari mana datangnya konsep takut dan gagal itu ?

Kemungkinan Konsep takut & gagal diperkenalkan oleh para orang tua kepada anak – anak. Sebagai contoh : “Jangan nangis terus, nanti digondol Wewe ! “ atau “ Jangan main di comberan, awas ada gendruwonya ! “ . Maka akhirnya konsep takut akan Wewe & Gendruwo jadi beneran merasuki konsep pikiran anak – anak dan bersemayam lama di dalam hatinya.

Kesimpulan yang bisa saya petik : Hati – hati dengan pikiran Kawan !, jangan sampai terkontaminasi dengan pikiran buruk. Namun seringkali Kawan tidak meyadari, tayangan sinetron di TV acapkali menjadi penyebab. Apalagi tontonan yang seharusnya menjadi menu “dewasa “ , ikut tertonton oleh anak – anak . Berabe dong .....Produser sinetron mungkin akan untung gede. Tinggi ratingnya, banyak iklan yang bertaburan. Duitpun semakin banyak diterima.

Kembali ke Haji Burhan, dalam perbincangan yang hanya sebentar itu, dia sempat katakan bahwa saat lebaran ini dia tidak libur jualan. Karena ini moment yang baik untuk meningkatkan omzet penjualan. Pembaca ingin tahu berapa ekor kambing yang bisa dia jual? Tidak kurang dari 25 ekor per hari, mulai dari tanggal 2 sampai 7 Syawal. Warung sate & gule kambing nya memang selalu ramai pada saat itu. Pantas saja setelah lebaran banyak penikmat kuliner yang mengeluhkan tensi darah tinggi atau masalah kesulitan BAB.

“Luar biasa dan gila...!” begitu kata – kata yang sempat saya lontarkan padanya. 150 ekor kambing dalam seminggu dia sediakan, dan semuanya habis terpotong, terpanggang, dan terkonsumsi. Kalau kata pujian “luar biasa” adalah jelas dalam arti sesungguhnya. Tapi kalau kata “gila “ ?. Tentu saja bukan dalam pengertian Sakit Jiwa yang sesungguhnya. Itu adalah bentuk pujian yang saya berikan kepada seseorang yang mampu berpikir, berkhayal, dan bermimpi secara kurang rasional ( menurut saya ) tetapi kenyataannya mampu membuktikan sebagian besar impiannya tersebut menjadi Luar biasa!. Percayalah gelar “ Gila “ untuk Haji Burhan yang sempat saya lontarkan tersebut, merupakan ungkapan kekaguman alias pujian baginya.

Menurut saya, untuk menjadi luar biasa, orang bisa melakukan hal apapun yang bisa dianggap ' tidak mungkin ' oleh orang biasa. Kalau pada saat libur lebaran, orang “ biasa “ menggunakan waktu untuk menghabiskan plafond kartu kreditnya di Mall & pusat perbelanjaan. Maka orang “ luar biasa “ , tidak akan pernah sekalipun melakukannya.

Bagaimana dengan kawan pembaca ? Sudah siapkah Kawan menjadi orang yang “ Luar Biasa “ walaupun diberi gelar “ Gila “ oleh orang – orang “ biasa “ ?

Ada satu petuah dari
Jackson Browne, yang barangkali bisa menjadi bahan renungan :

“ Saya tidak pernah berharap kalah. Sekalipun saya dalam posisi underdog, Saya selalu mempersiapkan ' PIDATO KEMENANGAN' ! “.



salam gila



asrul martanto.










Read More......

Postingan ini adalah untuk menjawab pertanyaan seorang kawan ( AMO di kantor saya ) beberapa waktu yll, beliau menyatakan keinginannya untuk mengatasi ketegangan saat berbicara di depan publik dalam forum resmi, sehinga bisa menghindari kemandegan ide dan hilangnya konsep materi saat mulai berdiri di depan audiens. Mungkin berguna tidak hanya bagi beliau, namun juga bagi kawan pembaca yang lain.

HUKUM BERBICARA

Berbicara di depan publik, suka atau tidak merupakan keterampilan yang harus kita kuasai, karena pada suatu saat dalam kehidupan kita, pastilah kita harus berbicara di hadapan sejumlah orang untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, tanggapan atau pendapat tentang sesuatu hal yang kita yakini. Hal yang sederhana misalnya kita harus berbicara di depan para tamu pada acara perpisahan teman yang akan berpindah tugas, promosi jabatan baru, memasuki masa pensiun atau hal yang menentukan karier seperti mempresentasikan produk kita di hadapan sejumlah mitra bisnis atau calon nasabah.


Ada 5 hukum Berbicara di depan umum yang perlu Kawan ketahui, yaitu :

  1. Respect ( Sikap Hormat ):Yaitu sikap menghormati dan menghargai hadirin . Kawan harus ingat bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika Kawan bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan orang tersebut. Pepatah mengatakan : Kritik akan menjadi ampuh, apabila diletakkan disela- sela beberapa pujian !
  2. Empathy :yaitu kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain, dengan terlebih dulu memahami :latar belakang, golongan, lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat, harapan dan sebagainya, dari audiens. Sehingga pesan yang Kawan sampaikan tidak mendapat halangan psikologis atau penolakan dari audiens
  3. Audible : dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik, bisa juga dengan mempergunakan alat bantu berupa: audio visual atau papan tulis agar pesan yang Kawan sampaikan dapat diterima dengan baik.
  4. Clarity : kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Kepentingannya adalah agar pesan yang Kawan sampaikan tidak menimbulkan multi interprestasi atau penafsiran yang berbeda – beda pada setiap audiens. Oleh karena itu dibutuhkan penguasaan intonasi & Gaya bahasa yang dapat diterima. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin mengakibatkan pesan Kawan tidak tersampaikan.
  5. Humble : Rendah hati ! , ( silahkan diterjemahkan sendiri definisinya menurut pengertian Kawan )

TAHAP LATIHAN & PERSIAPAN MENTAL.

Ada dua macam persiapan yang perlu Kawan perhatiakan, yaitu :
persiapan mental : untuk mengendalikan rasa takut & emosi kita, Ini syarat MUTLAK !
persiapan materi .
Pastikan bahwa Kawan beristirahat cukup menjelang waktu berbicara di depan publik lalu majulah kedepan dengan sikap optimis dan sukses !

LATIHAN SUARA , KONTAK MATA , EKSPRESI WAJAH , & GERAKAN TUBUH:
Suara yang pelan & tidak jelas , tanpa kontak mata, tanpa ekspresi wajah yang baik mengakibatkan audiens akan mengacuhkan peyampaian pesan Kawan. Kawan perlu berlatih mendengar,memasang ekspresi wajah, & gerakan tubuh. Lalu
Pigi mana caranya ? Silahkan Kawan coba lakukan beberapa langkah berikut ini :

1.Kawan pegi ke depan cermin
2.Pejamkan mata
3.Mulailah berbicara dengan memperkenalkan diri, status, alamat, lalu minat & harapan, atau tentang apa saja dengan bahasa yang mudah dimengerti secara umum.
4.Buka mata Kawan
5.Mulailah bicara lagi, ulangi tahap nomor :3
6.Pandanglah mata Kawan sendiri di cermin.........Beri sedikit senyuman......Nah seperti itulah Kawan memberi kontak mata pada audiens.
7.Perhatikan : kualitas ~ Kekuatan ~ kejelasan suara Kawan.
8.Perhatikan juga : Ekspresi wajah dan gerakan tubuh ( seperlunya , jangan berlebih ! )
9.Apabila dirasa ada intonasi yang kurang jelas & kurang berkualitas, tatapan mata yang kurang indah, atau senyum yang terlalu dipaksakan, Kawan ulangi lagi mulai dari langkah nomor:3.

Begitu seterusnya hingga Kawan betul – betul mendapatkan contoh kualitas & kejelasan intonasi suara , sorot mata, dan ekspresi wajah yang menurut Kawan :
layak untuk dipamerkan !


Oh ya...hampir lupa, mulai dari saat berlatih, Kawan perlu menghindari penggunaan kata- kata yang tidak perlu, contohnya :
....apa itu ….. apa namanya…..ehm…...you know…... dll.

Penampilan adalah kesan pertama. Ini berhubungan dengan pakaian yang Kawan kenakan beserta dandanannya. Jadi harus dipastikan bahwa pada saat maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens akan memperoleh kesan yang baik terhadap Kawan. Pastikan juga bahwa penampilan Kawan membawa pesan yang positif, dan Kawan kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para hadirin lainnya.
Ingaaa'.....Ingaa'.... Maju kedepan dengan tanpa tergesa !
Pelan saja, sertai dengan rasa Optimis & Sukses !

LATIHAN MEMPERSIAPKAN MENTAL:
Saya biasa mencoba mengurangi ketegangan dengan beberapa cara antara lain : sedikit merokok ( beberapa isapan, sebatang tidak habis ). Atau dengan melakukan sedikit pemanasan untuk melonggarkan otot , caranya :

1.Pegang ujung ibu jari sambil membungkuk ( bisa dengan duduk atau berdiri ) selama 10 detik.
2.Kemudian tarik nafas yang panjang dan dalam : Tahan selama 5 detik,
3.Keluarkan nafas pelan pelan.
4.Berdehem ( batuk kecil ) sekali- dua kali.
5.Minum air putih, beberapa teguk untuk mempersiapkan Vokal.
6.Persiapan Mental & Vokal selesai.. ..
Coba rasakan : hilang sudah rasa tegangnya !.......Mudah bukan ?

Ada baiknya Kawan datang lebih awal ke forum pertemuan, Kawan bisa pelajari suasana yang ada, mengobrollah sebentar dengan beberapa audiens.

Sampai disini dulu tahap latihan dan persiapannya.
Di postingan selanjutnya, akan saya tuliskan tentang cara mempersiapkan Materi atau pesan yang akan disampaikan.
Tidak
dinyana, sudah hampir 2 jam saya duduk di depan komputer. Capeek dehhh.....
Mata saya sudah minta untuk dipejamkan.

Babay dulu lah....
( bersambung )
Jum'at Kliwon ; pk:23.47...
CLOSE WINDOWS !

Sumber bacaan :
Say It Like Shakespeare, by : Thomas Leech.
Public Speaking, by :Dale Carnegie
Topik komunikasi, mandiri edisi-38.
The Indonesia Learning Institute,by :Aribowo Prijosaksono & Roy Sembel
John Robert Powers Indonesia, Ilmu Presentasi, lupa pengarangnya ( sorry.... )

Read More......

Postingan ini adalah untuk jawaban lanjutan dari pertanyaan seorang kawan di kantor saya beberapa waktu yll. Agar tidak membosankan dan terlalu panjang, tulisan saya bagi menjadi 2 bagian. Semoga berguna bagi kawan pembaca yang lain.

MEMPERSIAPKAN MATERI & CONTOH

Ada baiknya pada awal berbicara didepan forum, Kawan mengawalinya dengan Outline pembicaraan, namun bisa juga pada akhir pembicaraan berupa ringkasan atau pokok – pokok yang akan atau telah Kawan sampaikan. Ini terkandung maksud agar audiens siap atau mengerti isi pesan .

PENCARIAN INFORMASI :
Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan Kawan sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kawan juga perlu memperoleh informasi tentang audiens, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga Kawan bisa empati
(ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens

PENGEMBANGAN TOPIK / MATERI :
  1. Tentukan materi menarik untuk diangkat, bisa diperoleh dari membaca, pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain.
  2. Fokus pada TOPIK ( satu MATERI pembicaraan = satu TOPIK), hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus karena menimbulkan keragu-raguan dan bisa memolorkan waktu berbicara
  3. Menetapkan tujuan Kawan berbicara, untuk menyesuaikan dengan keinginan audiens,
  4. Menyusun PETA pemikiran dari TOPIK yang dipilih. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, Kawan mengawali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting, kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.
  5. Susun AGENDA atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan Kawan sampaikan.
  6. Sisipkan HUMOR atau cerita ilustrasi untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk.
  7. Jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama. Berbicaralah seakan akan Kawan sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin proyeksikan pembicaraan ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin.

SEKEDAR SARAN
  1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh andaikata Kawan tidak berhasil melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi dilakukan. Jadi tenang dan relaks saja.
  2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.
  3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan , karena audiens akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
  4. Harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah. ( Point 3 pengembangan Materi )
  5. Kawan tidak perlu menganggap diri sebagai seorang pembicara publik. Tujuan utama adalah menyampaikan pesan kepada hadirin.
  6. Tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.
  7. Harus diingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan Kawan berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.

CONTOH KASUS PUBLIK SPEAKING FAVORIT SAYA :

Saya senang menonton acara debat calon presiden USA di Metro TV. Terutama saat konvensi Partai Demokrat. Yang menarik bagi saya bukannya pertarungan rencana kebijakan politik kedua pihak antara Hillary & Obama, hal itu tidak membuat saya tertarik. Saya menyaksikan acara ini karena ingin menyaksikan ketrampilan public speaking kelas dunia.

Dalam acara tersebut tampil berbagai tokoh dengan keterampilan pidato yang memukau. Dua bintang menyeruak, menampilkan parade publick speaking yang sangat mengesankan. Yang pertama, tentu saja Barack Obama sendiri. Dan yang kedua adalah Hillary Clinton. Perlu Kawan ketahuimereka berdua telah memberikan sebuah pelajaran yang sungguh sangat berharga mengenai apa itu makna world-class public speaking.

Setidaknya ada 3 hal yang patut Kawan catat :

  1. Yang pertama ( paling utama ) adalah : intellectual capacity . Sejarah mencatat bahwa pada eranya, Soekarno, Winston Churchil, & Fidel Castro, mereka semua adalah orang orang yang memiliki otak Brillian. Mereka orang – orang yang sangat cerdas. Kemampuan berbicara di depan publik begitu luar biasa. Mereka orator ulung. Jika saja tanpa disertai dengan pengetahuan yang luas, mereka hanya akan tampak seperti penjual obat di pinggir jalan. Dan sayangnya, saat ini banyak politisi di tanah air yang layak masuk kategori ini. Hal ini yang menyebabkan saya tidak suka menonton debat Partai Politik di TV One.
  2. Narasi yang pas, disertai dengan intonasi suara yang dinamis. Mereka tahu kapan mesti harus lembut, kapan harus lebih lantang, setiap kalimat selalu diartikulasikan dengan jernih dan dengan ritme yang mengalir, membuat mereka mampu meninggalkan jejak yang memukau dalam bentangan hati para pendengarnya
  3. Penguasaan panggung yang sempurna . Tidak ada grogi, Hillary dan Obama sama sekali tidak menggunakan teks ketika berpidato. Mereka benar-benar menguasai panggung dengan penuh kesempurnaan. Sepanjang pidato, Hillary selalu melemparkan tatapan mata kepada 20 ribu penonton dihadapannya. Ia seperti menyulap podium menjadi pangung teater dan menyajikan penampilan seni bicara yang benar-benar memukau. Semenjak era Soekarno, kita tidak penah lagi melihat pejabat kita yang bisa seperti ini.

Demikianlah .
Diantara kawan – kawan mungkin tidak ada yang berkeinginan untuk menjadi presiden seperti mereka berdua. Namun siapa tahu kelak Kawan terpilih menjadi “pejabat” atau pemimpin, entah sekedar ketua panitia di kantor dan kemudian Kawan diminta untuk memberikan kata sambutan depan para hadirin . Nah, kalau Kawan ingin melakukannya dengan baik, maka ingatlah selalu tiga poin diatas. Sebab dengan itulah, Kawan mungkin akan bisa menampilkan sebuah sambutan yang menggugah dan inspirasional.

Sekian & Salam

asrul martanto


Sumber bacaan :
Say It Like Shakespeare, by : Thomas Leech.
Public Speaking, by :Dale Carnegie
Topik komunikasi, Mandiri edisi-38.
The Indonesia Learning Institute,by :Aribowo Prijosaksono & Roy Sembel
John Robert Powers Indonesia, Ilmu Presentasi, lupa pengarangnya ( sorry.... )

Read More......