Cinta Adalah Syarat Dalam Iman, Rukun Dalam Akidah, dan Asas Dalam Agama



Memasuki paruh kedua bulan Maret ini, datang beruntun undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan beberapa orang kawan. Satu dari beberapa undangan yang saya terima tersebut, disalah satu bagiannya terdapat salinan Firman Allah dalam Surat Ar Rum, ayat : 21 :

"Dan di antara tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari kalangan kamu sendiri, supaya kamu dapat hidup tenang bersama mereka. Dan dijadikanNya cinta kasih sayang antara kamu. Sesungguhnya, yang demikian itu tanda bagi orang yang berfikir."

Apakah itu artinya ….? Saya berusaha untuk berfikir dengan mengartikannya dengan bahasa yang mudah saya mengerti, semata – mata hanya karena keawaman Saya. Itu berarti Allah telah menciptakan “ cinta “ untuk manusia. Agar manusia dapat mencintai Allah, mencintai Rasulullah, mencintai Agamanya, mencintai akidah, juga mencintai makhluk Allah.

Setiap individu yang berperasaan pasti akan pernah merasakan cinta atau mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan halus yang dimiliki oleh hati setiap insan, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari hari. Dalam Islam, cinta merupakan hal utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta.

Cinta adalah tanda kehidupan rohani dalam akidah seorang mukmin, sama halnya dalam kehidupan beragama, bersosial dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang.

Rasulullah S.A.W bersabda:

"Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling mencintai.
Hendakkah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai ……..? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim)

Dalam hadis di atas, Rasullulah s.a.w. menegaskan bahawa jalan menuju ke surga bergantung kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam akidah, dan asas dalam agama.



Cinta dalam Islam adalah kaedah dan sistem yang mempunyai batas. Cinta adalah alat yang membantu manusia untuk mendidik jiwa, membersihkan akhlak serta mencegah atau melindungi diri dari dosa. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai.

Sayangnya dalam konteks ini, ada cinta yang disertai hawa nafsu dan menyimpang dari kemurnian cinta itu sendiri. Yang sering kita temui adalah kesalahan mengartikan makna sebenarnya cinta, sehingga terdorong melampaui batas pergaulan dan tata susila seorang mukmin.

Maka dari itu, renungkanlah hakikat kehidupan kita di sini.

Sabda Rasullulah S.A.W.:

"Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah." (HR Hakim dari Abu Hurairah).


Profil | Buat lencana kamu sendiri
Profil Facebook Asrul Martanto

Komentar

ernasapta mengatakan…
setuju banget mas....cinta dan iman adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan...karna cinta adalah dasar dari iman dan iman terlahir dari cinta.....semakin kuat rasa cinta itu semakin tinggi tingkat keimanannya.....tapi sayangnya pemahaman makna cinta yang berbeda-beda sehingga cinta diidentikkan dengan nafsu yang membuatnya jauh dari iman...padahal kalau iman itu terjaga maka cinta akan menjadi lebih indah......sesuai dengan hakekatnya........
Claudia Lawrence mengatakan…
Hi, ur article is really nice, while reading I truly like it. I just wanna suggest that u should go for blog advertising & marketing there is a website which is offering very unique features at affordable prices there are expert advertising team who will promote ur blog & affiliate ads through all over the networks which will definitely boost ur traffic & readers. Finally I have bookmarked ur blog & also shared this blog to my friends.. i think my friend might too like it hope u have a wonderful day & !!happy blogging!!.

Postingan populer dari blog ini

PUBLIC SPEAKING : MATERI & PESAN ( PART. 2 )

Modernisasi Desa

MITOS KUCING HITAM